DPRD Tangsel Turun Tangan, Motor Roda Tiga Dorong Sukses Bank Sampah RW 08 Buaran
TANGSEL, WARTAXPRESS.com – Di tengah krisis keterbatasan lahan tempat pembuangan akhir (TPA) di Kota Tangerang Selatan, warga RW 08 Kelurahan Buaran, Kecamatan Serpong, justru mampu menghadirkan solusi nyata dari tingkat lingkungan.
Melalui pengelolaan Bank Sampah yang konsisten selama tiga tahun terakhir, warga Perumahan Bumi Serpong Residence (BSR) berhasil menekan volume sampah yang dibuang ke TPA hingga lebih dari 50 persen.
Ketua RW 08 Buaran, Nasrul Umam Syafii, menyebut keberhasilan tersebut terlihat dari penurunan signifikan jumlah amrol atau bak kontainer sampah yang keluar dari wilayahnya setiap bulan.
“Sebelum ada Bank Sampah, produksi sampah warga mencapai 19 amrol per bulan. Sekarang bisa ditekan hingga hanya 7 sampai 8 amrol,” ujar Nasrul.
Ia menjelaskan, keberhasilan itu lahir dari kesadaran kolektif warga dalam memilah sampah sejak dari rumah. Saat ini, lebih dari 180 kepala keluarga (KK) telah menjadi nasabah aktif Bank Sampah RW 08.
Setiap dua minggu sekali, warga membawa sampah anorganik terpilah untuk ditimbang dan ditukarkan dengan nilai ekonomi. Dalam satu kali penimbangan, sampah yang terkumpul mencapai 600 hingga 700 kilogram, sehingga hanya sampah residu yang dikirim ke TPA.
“Sekarang sampah bukan lagi sekadar dibuang, tapi sudah menjadi aset ekonomi bagi warga,” tambah Nasrul.
Upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat tersebut mendapat dukungan langsung dari Anggota DPRD Kota Tangerang Selatan,
Alex Prabu, dari Fraksi PSI itu menyalurkan bantuan satu unit motor pengangkut sampah roda tiga untuk mendukung operasional Bank Sampah RW 08 Buaran.
Alex Prabu mengatakan, bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi dan komitmen warga dalam mengelola sampah secara mandiri.
“Saya melihat RW 08 Buaran ini bukan hanya berbicara soal wacana, tapi sudah membuktikan dengan kerja nyata. Karena itu, saya dorong dengan bantuan motor pengangkut sampah agar operasional bank sampah semakin optimal,” ujar Alex.
Menurutnya, motor pengangkut sampah tersebut diharapkan mampu memperlancar proses pengumpulan, pemilahan, hingga distribusi sampah anorganik ke pengepul, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pengangkutan ke TPA.
“Saya ingin ini menjadi contoh bagi RW lain di Tangerang Selatan. Kalau dikelola dengan benar, sampah bisa selesai dari sumbernya,” tegasnya.
Alex Prabu juga mendorong Pemerintah Kota Tangerang Selatan agar lebih serius mendukung wilayah-wilayah yang aktif mengelola sampah berbasis masyarakat, baik melalui penyediaan sarana, pendampingan, maupun insentif program.
Keberhasilan RW 08 Buaran membuktikan bahwa persoalan darurat sampah tidak harus selalu diselesaikan dengan kebijakan besar dari atas.
Dengan kepemimpinan lingkungan yang kuat, kesadaran warga, serta dukungan legislatif yang tepat sasaran, sampah yang semula menjadi beban kini mampu bertransformasi menjadi solusi dan sumber nilai ekonomi.

Tinggalkan Balasan