Pakar Hukum Desak Prabowo Ungkap Dalang Aksi Demo Anarkis
WARTAXPRESS.com – Pakar Hukum Pidana dari Universitas Airlangga, I Wayan Titib Sulaksana, mendesak Presiden RI ke-8, Prabowo Subianto, segera membuka ke publik siapa sosok di balik aksi demonstrasi yang berakhir ricuh di sejumlah wilayah Indonesia belakangan ini.
“Harus segera diumumkan siapa aktor intelektual di balik kerusuhan ini,” tegas Titib, dikutip dari Inilahcom, Kamis 4 September 2025.
Titib juga meminta Presiden memberikan mandat khusus kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menangkap serta memproses hukum para dalang kerusuhan, terlebih setelah Prabowo menyebut aksi anarkis tersebut memiliki indikasi makar.
“Kapolri perlu ditugaskan secara khusus agar segera menangkap aktor intelektualnya dan dibawa ke ranah hukum,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya peran publik dalam mengawasi jalannya proses hukum agar penanganan kasus benar-benar tuntas.
“Masyarakat diharapkan ikut mengawasi kinerja kepolisian sampai perkara ini disidangkan di pengadilan negeri,” tambahnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo menegaskan aparat telah mengantongi identitas dalang di balik kerusuhan. Ia memastikan proses penyelidikan dan penindakan akan dilakukan tanpa kompromi.
“Semua aparat negara akan menyelidiki siapa yang bertanggung jawab. Kami sudah memiliki indikasi dan tidak akan ragu membela rakyat,” kata Prabowo di RS Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin 1 September 2025 malam.
Prabowo juga menegaskan tekadnya untuk melawan mafia dan oknum koruptor, meski mereka berada di posisi kuat.
“Saya akan melawan mafia sekuat apa pun. Demi rakyat, saya berkomitmen memberantas korupsi. Demi Allah, saya tidak akan mundur, saya yakin rakyat mendukung,” tegasnya.
Lebih jauh, Prabowo menyebut aksi anarkis yang terjadi dalam sejumlah demonstrasi mengarah pada upaya makar.
Ia mencontohkan peristiwa di Sulawesi Selatan, di mana empat ASN menjadi korban saat Gedung DPRD dibakar massa.
“Di Sulawesi Selatan, ada empat ASN yang menjadi korban. Mereka orang tak bersalah, bukan politisi, tapi gedung DPR dibakar. Ini tindakan makar, bukan penyampaian aspirasi,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan