Mahasiswa UMT Sabet Juara 1 Orasi Kebangsaan, Wali Kota Sachrudin Dorong Peran Aktif Pemuda

Walikota Tangerang, Sachrudin didampingi Wakil Walikota Tangerang, Maryono serahkan penghargaan kepada mahasiswa UMT, Nevio Zabry Rezyidco selaku pemenang lompa pidato kebangsaan

KOTA TANGERANG, WARTAXPRESS.com Nevio Zabry Rezyidco, mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), dinobatkan sebagai Juara Pertama Lomba Orasi Kebangsaan tingkat Kota Tangerang.

Hadiah utama tersebut diserahkan langsung Wali Kota Tangerang, Sachrudin, di tengah kemeriahan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Alun-Alun Kota Tangerang, Rabu (28/10/26).

Lomba orasi bergengsi ini sebelumnya sukses digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Tangerang bekerja sama dengan DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tangerang pada Selasa (27/10/26).

Dalam orasinya yang memukau dewan juri, Nevio mengangkat tema krusial seputar demokrasi, partisipasi publik, dan kedaulatan rakyat. Ia menegaskan esensi demokrasi jauh melampaui prosedur pemilihan umum yang digelar setiap lima tahun sekali.

“Pemerintah harus bisa menilai demokrasi bukan hanya sekadar pemilu yang diselenggarakan lima tahun sekali. Jangan sampai demokrasi hanya identik dengan kotak suara, kertas suara, dan bilik suara. Demokrasi harus dinilai dengan kacamata yang lebih besar dan sudut pandang yang berbeda,” tegas Nevio saat ditemui usai menerima penghargaan.

Sebagai mahasiswa Ilmu Pemerintahan, Nevio terdorong untuk menjembatani aspirasi masyarakat agar didengar langsung pemerintah melalui cara-cara yang konstruktif dan beresensi. Ia menyoroti pentingnya kebebasan berpendapat yang dijamin konstitusi, termasuk membuka ruang bagi aktivis lingkungan dan berbagai elemen masyarakat untuk menyuarakan kritik secara sehat.

Terkait proses kompetisi, Nevio mengaku sempat menghadapi tantangan tersendiri ketika memasuki babak grand final karena peserta harus mengulik materi secara mendadak. Namun, berkat pembiasaan riset kebijakan dan pengalaman turun ke jalan bersama rekan-rekan mahasiswa, rintangan tersebut berhasil dilalui dengan lancar.

Lebih lanjut, Nevio mengibaratkan peran generasi muda sebagai penjaga tongkat estafet kepemimpinan bangsa. Menurutnya, pemuda tidak hanya sekadar bersiap menerima tongkat estafet tersebut, tetapi juga aktif mengawasi jalannya pemerintahan serta memperbaiki hal-hal yang masih perlu dievaluasi.

“Peran generasi muda adalah menjaga tongkat estafet kepemimpinan yang saat ini belum sampai di tangan mereka, agar tidak rusak di tengah jalan. Jika tongkat itu dinilai rusak, tugas kita memperbaikinya,” ungkap Nevio.

Ia berharap prestasi ini menjadi pemantik semangat kolektif mahasiswa UMT untuk terus berprestasi dan mengasah tradisi intelektual di kampus.

Sementara itu, Wali Kota Tangerang, Sachrudin, memberikan apresiasi tinggi atas antusiasme dan partisipasi aktif generasi muda dalam rangkaian acara kepemudaan untuk mewadahi talenta dan karya nyata anak muda di Kota Tangerang.

“Kita terus berupaya menyajikan sesuatu yang bisa menarik perhatian dan mendorong semangat anak-anak muda untuk menampilkan karya nyatanya. Mudah-mudahan potensi yang sebelumnya belum terlihat bisa muncul, sementara potensi yang sudah ada bisa terus tumbuh dan berkembang,” ujar Sachrudin.

Dalam kesempatan yang sama, Sachrudin turut mengajak seluruh pemuda di Kota Tangerang untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta merawat semangat persatuan demi menghadapi dinamika zaman.

“Mari kita dorong anak-anak muda untuk terus belajar, berkarya, menjaga persatuan, dan bersama-sama meraih masa depan Indonesia Emas 2045. Pemuda Kota Tangerang harus berani menunjukkan potensi dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan kota,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup