Hampir 24 Jam Dilalap Api, 9 Gudang di Tangerang Masih Terbakar, Dua Petugas Damkar Sesak Napas
WARTAXPRESS.com – Kebakaran hebat yang melanda sembilan gudang di Jalan Industri Raya VIII, Pasir Jaya, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, belum berhasil dipadamkan hingga Rabu (21/10/2026) malam.
Setelah berkobar hampir 24 jam sejak Selasa siang, tim gabungan masih berjibaku menjinakkan api dan mencegah kobaran merembet ke permukiman warga.
Dalam peristiwa kebakaran tersebut turut berdampak pada petugas di lapangan. Dua personel pemadam kebakaran mengalami gangguan pernapasan akibat terpapar asap pekat selama proses pemadaman.
Satu petugas mendapat bantuan oksigen di lokasi, sedangkan satu lainnya sempat menjalani perawatan di instalasi gawat darurat (IGD) RSUD sebelum akhirnya diperbolehkan pulang.
Kanit Reskrim Polsek Jatiuwung, Iptu Tri Sartoto, mengatakan petugas masih berupaya melokalisasi titik api. Dalam keterangannya, ia memastikan proses pemadaman masih berlangsung.
“Masih proses pemadaman tadi saya check TKP bahwa di lokasi api masih menyala usai kami pasang garis polisi,” ujar Tri Kanit Reskrim Polsek Jatiuwung saat ditemui.
Kebakaran pertama kali dilaporkan kepada BPBD Kota Tangerang pada Selasa (20/10/2026) pukul 13.55 WIB. Berdasarkan informasi awal dari ketua RT dan pemilik usaha, api diduga berasal dari gudang es krim.
Kobaran kemudian menjalar ke gudang paket dan gudang sepatu yang berada di sekitarnya. Api yang semula membakar tujuh gudang akhirnya merambat ke dua bangunan lain sehingga total sembilan gudang terdampak.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia Suherlandia Rahman, membenarkan meluasnya kebakaran tersebut.
“Yang pertama ini ada tujuh gudang, kemudian terjadi perambatan ke sebanyak dua gudang, sehingga total keseluruhan ada sembilan gudang yang terbakar,” kata Andia.
Kencangnya angin di sekitar lokasi diduga mempercepat penjalaran api. Kondisi semakin sulit dikendalikan karena gudang menyimpan berbagai jenis barang, mulai dari stok es krim hingga logistik, paket, dan alas kaki.
Menurut Andia, banyaknya material di dalam gudang menjadi salah satu faktor yang membuat api membesar.
“Bukan dari struktur bangunannya, tetapi lebih pada isi gudangnya,” ujarnya.
Meski dugaan awal mengenai titik api telah disampaikan, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan hanya berdasarkan informasi tersebut.
Kobaran api yang sempat mengarah ke permukiman padat membuat warga di sekitar kawasan pergudangan diliputi kecemasan. Sejumlah warga memilih mengosongkan rumah untuk mengantisipasi kemungkinan api merembet ke bangunan tempat tinggal mereka.
Barang-barang rumah tangga seperti kasur, kulkas, televisi, dan perabotan lainnya dipindahkan ke halaman maupun pinggir jalan. Sebagian barang terlihat ditumpuk di area terbuka agar lebih mudah diselamatkan jika situasi memburuk.
Seorang warga bernama Nurul mengungkapkan, besarnya kobaran api membuat warga khawatir terhadap keselamatan rumah mereka.
Situasi sempat terasa lebih terkendali ketika api mulai mereda. Namun, embusan angin kencang kembali membuat kobaran membesar sehingga warga tetap waspada.
Ancaman terhadap permukiman menjadi perhatian utama petugas, terutama karena jarak antara gudang dan rumah warga relatif berdekatan.
Proses pemadaman tidak berjalan mudah. Petugas menghadapi kendala akses karena gang di kawasan permukiman terlalu sempit untuk dilalui mobil pemadam hingga mendekati tembok pembatas gudang.
Untuk mengantisipasi perambatan api, petugas memusatkan penyiraman dari sisi permukiman. Warga setempat juga turun tangan membantu dengan memanggul dan menarik selang pemadam melewati gang-gang sempit.
BPBD Kota Tangerang mengerahkan 60 personel dan 16 unit armada untuk menangani kebakaran tersebut. Bantuan juga datang dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tangerang serta unsur TNI.
Di tengah upaya pemadaman, asap hitam pekat masih terlihat membubung dari kawasan industri Pasir Jaya. Sejumlah ledakan keras serta suara runtuhan struktur dan atap gudang turut terdengar selama kebakaran berlangsung.
Lamanya kebakaran, banyaknya material di dalam gudang, serta kondisi angin dan akses jalan menjadi tantangan bagi tim gabungan untuk mengendalikan api sepenuhnya.
Hingga Rabu malam, proses pemadaman masih berlangsung. Petugas terus berupaya membatasi penyebaran api, terutama ke arah permukiman warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Sementara itu, besaran kerugian akibat kebakaran yang menghanguskan sembilan gudang tersebut belum diketahui secara pasti.

Tinggalkan Balasan