400 Jemaah Umrah Asal Kabupaten Tangerang Batal Berangkat ke Tanah Suci
WARTAXPRESS.com- Sekitar 400 jemaah umrah asal Kabupaten Tangerang, mengalami pembatalan atau penundaan penerbangan setelah adanya serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi.
“Total ada sekitar 400 jemaah yang terdampak pembatalan atau penundaan penerbangan transit (indirect),” ujar Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Tangerang, Abdullah Hasyim dikutip dari Antara, Jumat 16 Oktober 2026.
Menurut Abdullah, penyesuaian rute dilakukan terhadap penerbangan yang menggunakan jalur transit di wilayah berkonflik, termasuk Bandara King Khalid di Riyadh.
Hal tersebut bertujuan mengantisipasi risiko dan menjaga keselamatan jemaah.
Sementara itu, keberangkatan melalui penerbangan langsung menuju Makkah maupun Madinah masih dapat berlangsung.
Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) diminta meningkatkan kewaspadaan dalam pelaksanaan perjalanan.
“Begitu pun pemantauan terus kami lakukan terhadap travel-travel yang memberangkatkan jemaah asal Kabupaten Tangerang setelah adanya informasi serangan di Riyadh,” jelas Abdullah.
Kemenhaj Kabupaten Tangerang juga memastikan jemaah yang terdampak tetap memperoleh jaminan sesuai ketentuan perundang-undangan yang menjadi kewajiban setiap PPIU.
Biro perjalanan umrah diminta berkoordinasi aktif dengan Kemenhaj pusat, Kantor Wilayah Banten, dan kantor tingkat kabupaten.
Abdullah turut mengimbau jemaah agar tidak panik dan mengikuti informasi resmi dari biro perjalanan masing-masing selama situasi masih berkembang.
“Kami mengimbau jemaah agar tetap berkomunikasi intensif dengan pihak PPIU, memantau situasi terkini, tetap tenang, serta senantiasa berdoa agar perjalanan ibadah berjalan aman hingga kembali ke Tanah Air,” ujarnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada laporan jemaah umrah asal Kabupaten Tangerang yang menjadi korban jiwa maupun mengalami luka-luka akibat insiden di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh.
“Dari sisi korban alhamdulillah tidak ada, baik korban jiwa maupun luka-luka. Namun dari sisi administratif, pemerintah hadir untuk memastikan keselamatan warga negara melalui sejumlah kebijakan dan himbauan,” kata dia.

Tinggalkan Balasan