Ayo Daftar! Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Tangerang Menerima Mahasiswa Baru
KOTA TANGERANG, WARTAXPRESS.com Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah 4 Jawa Barat dan Banten menyerahkan Surat Keputusan (SK) pendidikan Fakultas Kedokteran (FK) kepada Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), di aula gedung kampus UMT, Selasa (06/10/26).
Kepala LLDIKTI Wilayah 4, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., menegaskan Fakultas Kedokteran UMT merupakan satu-satunya program studi kedokteran yang dimiliki Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di wilayah Provinsi Banten, mendampingi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) di ranah perguruan tinggi negeri.
“Syarat untuk bisa membuka fakultas kedokteran itu luar biasa sulit. Pertama, perguruan tingginya harus berstatus unggul. Kedua, minimal harus memiliki prodi kesehatan. Selain itu, harus menyiapkan minimal 26 dosen, 11 laboratorium, rumah sakit pendidikan, hingga fakultas pembina,” terang Dr. Lukman yang ditemui usai menyerahkan SK tersebut.
Pada tahap awal, LLDIKTI membatasi kuota penerimaan mahasiswa baru di Fakultas Kedokteran UMT, yakni maksimal 50 orang. Pembatasan ini dilakukan ketat guna menjaga mutu pendidikan dan keselamatan medis.
“Untuk menjaga kualitas. Kedokteran ini terkait langsung dengan nyawa manusia. Jika prodi biasa rasio satu dosen bisa untuk 50 mahasiswa, di kedokteran ini rasio 26 dosen untuk 50 mahasiswa, artinya satu dosen membimbing kurang lebih dua mahasiswa. Pembatasan 50 mahasiswa ini berlaku sampai akreditasi prodi meraih predikat unggul. Setelah unggul, kuota bisa ditingkatkan hingga 250 mahasiswa,” jelasnya.
Dr. Lukman juga berharap porsi penerimaan mahasiswa diprioritaskan bagi putra daerah Banten. Pihak negara pun berkomitmen memberikan dukungan berupa jatah Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah bagi mahasiswa yang kurang mampu secara ekonomi.
Sementara Rektor UMT, Dr. Warsito, M.Si., menyatakan kesiapan penuh kampusnya dalam menyelenggarakan pendidikan kedokteran. Dari sisi sarana dan prasarana (sarpras), UMT bahkan menyiapkan fasilitas melebihi standar minimal yang ditetapkan pemerintah.
“Alhamdulillah, sarpras kami sudah 100 persen siap. Jika pemerintah mensyaratkan 11 laboratorium, kami menyiapkan 12 laboratorium untuk mencetak calon dokter yang profesional dan berkarakter Islami,” kata Dr. Warsito.
Keunggulan utama Fakultas Kedokteran di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) adalah penguatan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
“Kami ingin melahirkan dokter yang tidak hanya kompeten secara medis, tetapi juga memiliki integritas, karakter Islami, serta jiwa sosial yang murni karena ibadah (lillahi ta’ala),” ujarnya.
Untuk menunjang kegiatan praktik klinis, UMT telah menjalin kerja sama utama dengan RSUP Dr. Sitanala sebagai rumah sakit pendidikan utama. Selain itu, UMT menyiapkan empat rumah sakit satelit, di antaranya RS PKU Muhammadiyah Cipondoh, RSUD Kabupaten Tangerang, dan RSUD Kota Tangerang.
Mengenai bantuan pendidikan, UMT telah mengamankan alokasi beasiswa bagi calon mahasiswa berprestasi dari keluarga prasejahtera.
“Saat ini kami sudah mendapat alokasi beasiswa Tangerang Gemilang dari Pemkab Tangerang untuk dua orang mahasiswa tidak mampu yang berpotensi. Ditambah lagi penawaran ruang beasiswa KIP Kuliah dari LLDIKTI untuk dua orang,” tutur Rektor UMT.
Fakultas Kedokteran UMT merupakan FK ke-24 yang berdiri dari total 165 Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) di seluruh Indonesia.
FK UMT memiliki dua Program Studi (Prodi) yakni Prodi Kedokteran dan Profesi Dokter, dan Penerimaan mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Tangerang (FK UMT) akan berlangsung dimana tahun akademik baru resmi dimulai pada akhir bulan Oktober 2026.

Tinggalkan Balasan