Chip Makin Sulit Didapat, Penjualan PC Alami Penurunan

F-H F-H
Kawasan e-Center di Supermal Karawaci, Tangerang.

WARTAXPRESS.com- Maraknya penggunaan kecerdasan buatan (AI) ikut menekan industri komputer dunia. Kelangkaan chip memori membuat harga komponen meningkat dan berdampak pada pasar PC global yang mulai mengalami penurunan.

Firma riset IDC mencatat pengiriman PC dunia mencapai 68,2 juta unit pada kuartal II 2026, turun 4,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan ini sekaligus mengakhiri tren pertumbuhan pasar PC selama sembilan kuartal berturut-turut.

Selain keterbatasan pasokan chip memori, kondisi tersebut juga dipengaruhi ketidakpastian geopolitik yang berdampak terhadap perekonomian global.

Research Director untuk Perangkat Konsumen di IDC Jitesh Ubrani mengatakan, meski jumlah PC yang dikirim turun, pendapatan vendor justru meningkat karena kenaikan harga berlangsung lebih cepat dibandingkan penurunan permintaan.

“Inti persoalannya di sini adalah ketidakselarasan antara jumlah unit dan nilai pendapatan. Volume pengiriman menurun, namun pendapatan justru meningkat karena para vendor menerapkan kenaikan harga lebih cepat daripada laju penurunan permintaan,” ujar Ubrani, dikutip dari CNBC Indonesia, Selasa, 15 September 2026.

Ubrani memperkirakan persoalan pasokan chip memori masih akan berlangsung cukup lama. Kondisi tersebut diproyeksikan baru mulai melandai pada awal 2028.

Tekanan biaya juga membuat produsen PC, termasuk laptop, bersiap menaikkan harga produk sepanjang 2027.

Di sisi lain, distributor mulai menghadapi penumpukan stok untuk produk kelas atas.

IDC menilai kenaikan biaya komponen yang berlangsung terus-menerus dapat memengaruhi siklus penggantian perangkat.

Kondisi ini terjadi ketika permintaan terhadap kemampuan AI yang diproses langsung di perangkat atau on-device AI justru meningkat, salah satunya karena biaya komputasi awan yang semakin besar.

Di tengah kondisi tersebut, perusahaan PC berskala besar dinilai memiliki posisi yang lebih kuat dalam mengamankan pasokan.

Apple, Dell, dan Lenovo dapat memanfaatkan skala bisnis mereka, termasuk melalui lini server dan perangkat seluler, untuk mendapatkan alokasi chip memori.

“Seiring dengan kondisi pasar yang terus memburuk, manajemen rantai pasokan makin krusial. Pabrikan-pabrikan besar dengan daya beli tinggi dan jaringan rantai pasokan yang kuat, berada pada posisi yang lebih menguntungkan ketimbang pesaing-pesaing yang lebih kecil,” timpal VP Perangkat Konsumen IDC, Jean Philippe Bouchard.

Dalam daftar lima besar produsen PC global, Apple dan Asus menjadi dua perusahaan yang masih mencatat pertumbuhan pengiriman pada kuartal II 2026.

Apple yang berada di posisi keempat mencatat pertumbuhan pengiriman sebesar 10,1 persen secara tahunan. Asus di posisi kelima juga tumbuh, meski hanya 0,2 persen.

Sementara itu, Lenovo yang menempati posisi pertama, HP di posisi kedua, dan Dell di peringkat ketiga sama-sama mengalami penurunan volume pengiriman dibandingkan kuartal II 2025.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup