BPBD Kota Tangerang Gelar Latihan Pemadaman Kebakaran Bersama TNI-Polri dan Unsur Masyarakat 

Latihan bersama BPBD Kota Tangerang, TNI Polri dan elemen masyarakat untuk tingkatkan mitigasi kebakaran

Kota Tangerang, Badan Penanggullangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang menggelar latihan pemadaman kebakaran bersama jajaran TNI, Polri, hingga elemen masyarakat di Lapangan Masjid Al-Madinah, Kecamatan Karang Tengah, Selasa (08/09/26).

Kegiatan yang diikuti jajaran Koramil 04 Ciledug, Polsek Ciledug, Trantib Kecamatan Ciledug, petugas keamanan, pengurus masjid, hingga anggota Pramuka ini bertujuan untuk memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana kebakaran di pemukiman.

Dalam simulasi tersebut, seluruh peserta dibekali teknik memadamkan kobaran api secara langsung. Pelatihan mencakup metode tradisional menggunakan kain atau karung basah hingga cara modern memanfaatkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Komandan Regu (Danru) 3 UPT Damkar Ciledug, Syuhada, menjelaskan bahwa edukasi ini sangat penting untuk memberikan pemahaman menyeluruh, mengingat bencana kebakaran dapat terjadi kapan saja dan di mana saja tanpa memandang waktu.

“Jadi ketika harus berhadapan dengan api kebakaran, masyarakat tidak perlu panik. Mereka bisa melakukan penanganan awal dengan benar sebelum api membesar dan ditangani petugas pemadam,” ujar Syuhada.

Selain pemanfaatan APAR, latihan ini juga memberikan porsi khusus bagi jajaran Koramil 04 Ciledug. Para personel Koramil mendapatkan pelatihan teknis pengoperasian mobil pemadam kebakaran yang dimiliki instansi mereka.

Materi pengoperasian armada meliputi cara pemasangan selang, pengaturan tekanan air, teknik penyemprotan, hingga prosedur merapikan dan menggulung kembali selang pasca pemadaman.

Syuhada mengapresiasi antusiasme para personel TNI yang dinilainya memiliki komitmen tinggi untuk memaksimalkan potensi peralatan yang ada.

“Petugas Koramil 04 memiliki keinginan kuat untuk memanfaatkan mobil pemadam kebakaran yang mereka miliki secara optimal. Hal ini sangat baik karena pengoperasian perlengkapan pemadaman memang membutuhkan keahlian teknis khusus,” tambahnya.

Melalui sinergi lintas sektor ini, pihak Damkar berharap wawasan dan pemahaman yang didapat para peserta dapat disebarluaskan kepada lingkungan sekitar. Dengan demikian, tingkat kesadaran masyarakat dalam melakukan penanganan dini terhadap kobaran api dapat meningkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup