DLHK Bantah Proyek Hutan Bambu Rp1,8 Miliar di Cisoka Mangkrak, saat Musim Hujan Bakal Ditanami Lagi

F-H F-H
Proyek pembangunan Hutan Bambu Cisoka di Desa Bojong Loa, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, tampak belum rampung dibangun.

WARTAXPRESS.com— Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang angkat bicara soal pembangunan kawasan Hutan Bambu di Desa Bojongloa, Kecamatan Cisoka, yang dinilai belum menunjukkan perkembangan.

Proyek yang dikerjakan Pemkab Tangerang melalui DLHK tersebut memiliki anggaran sekitar Rp1,8 miliar dari APBD. Pembangunannya sebelumnya ditargetkan selesai pada pertengahan 2026.

Seperti diketahui, tidak terlihat aktivitas pengerjaan di lokasi selama beberapa bulan terakhir.

Kepala DLHK Kabupaten Tangerang Ujat Sudrajat menjelaskan, pekerjaan yang dilakukan saat ini berkaitan dengan pematangan lahan.

Kawasan tersebut sebelumnya merupakan area rawa yang kemudian dilakukan pengurukan.

“Sebenarnya itu proyek kegiatan pematangan lahan, ya, yang dahulunya rawa kemudian kita uruk. Jadi lebih ke pematangan lahan,” ujar Ujat dikutip dari BeritaSatu, Kamis 3 September 2026.

Menurut Ujat, kawasan Hutan Bambu Cisoka merupakan bagian dari rencana pengembangan jangka panjang Pemkab Tangerang.

Nantinya, lokasi tersebut akan diarahkan menjadi ruang terbuka hijau (RTH) tematik dengan sejumlah fasilitas bagi masyarakat.

Beberapa fasilitas yang direncanakan di antaranya jalur jogging, saung untuk bersantai, serta sejumlah titik yang dapat digunakan sebagai lokasi berfoto.

Dalam proses pengembangannya, kondisi cuaca juga menjadi salah satu pertimbangan.

Musim kemarau membuat sejumlah tanaman yang ditanam di kawasan tersebut, termasuk bambu dan rumput, tidak dapat tumbuh secara optimal.

Meski begitu, Ujat menyebut tanaman bambu yang berada di bagian pinggir kawasan tumbuh dengan cukup baik.

“Yang di pinggir alhamdulillah bagus begitu kan yang kita tanam. Bambu yang di pinggir itu,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, tanaman bambu yang terlihat mengering di bagian tengah kawasan bukan bagian utama dari penanaman.

Area tersebut sebelumnya digunakan sebagai lokasi uji coba untuk rencana pembangunan aviary dan jalur menuju danau.

Kondisi musim kemarau saat penanaman disebut turut memengaruhi pertumbuhan bambu di area tersebut.

“Barangkali kurang cocok atau mungkin pada saat penanaman sudah keburu masuk musim kemarau,” kata Ujat.

Pemkab Tangerang berencana melakukan penanaman kembali ketika musim hujan tiba. Bambu nantinya akan ditempatkan di sisi kiri dan kanan jalur menuju kawasan utama sehingga membentuk lorong bambu.

“Nanti ketika musim hujan lagi kita akan tanam lagi. Karena itu kan semacam kiri-kanan, semacam jalan masuk nanti ke dalamnya. Kalau ada itu kan seperti lorong, jadi bagus,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup