Sekda Tangsel Tegaskan ASN Tak Boleh Layani Warga ‘Suka-suka’, Harus Ikuti Standar
WARTAXPRESS.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Bambang Noertjahjo mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) agar tidak memberikan pelayanan publik berdasarkan kebiasaan atau cara masing-masing. Menurutnya, setiap layanan kepada masyarakat harus mengacu pada standar yang telah ditetapkan dan berorientasi pada kepuasan warga.
Pesan itu disampaikan Bambang saat membuka Seminar Service Excellence bertajuk Membangun Budaya Pelayanan Prima untuk Mewujudkan ASN yang Profesional, Responsif, dan Berorientasi pada Kepuasan Masyarakat di Puspemkot Tangsel, Kamis (23/7/2026).
“Yang ingin kita capai dari kegiatan ini adalah bagaimana melayani masyarakat dengan standar dan ukuran yang sudah teruji, bukan hanya berdasarkan apa yang kita anggap baik, tetapi mengacu pada standar yang telah ditetapkan,” kata Bambang.
Menurutnya, pelayanan publik memiliki standar yang wajib dipahami dan diterapkan seluruh aparatur. Karena itu, ASN tidak bisa lagi memberikan pelayanan berdasarkan persepsi pribadi.
“Kadang-kadang untuk subjek pelayanan tertentu, satu perilaku bisa diterima, tetapi pada subjek lain belum tentu dapat diterima. Hal inilah yang akan kita coba generalisasi dalam konteks pelayanan publik,” ujarnya.
Bambang menegaskan, kualitas pelayanan tidak hanya diukur dari cepat atau lambatnya penyelesaian administrasi. Cara ASN berkomunikasi, memberikan informasi, hingga menunjukkan sikap ramah kepada masyarakat juga menjadi indikator penting dalam pelayanan publik.
Ia mengajak seluruh aparatur menempatkan diri sebagai masyarakat yang membutuhkan layanan pemerintah.
“Kalau kita datang ke suatu tempat sebagai pelanggan, kita ingin dilayani seperti apa? Apakah ketika dijawab tanpa memandang kita itu sudah bisa disebut pelayanan yang baik? Kita harus melihatnya dari posisi masyarakat,” tuturnya.
Tak hanya itu, Bambang meminta hasil pelatihan pelayanan prima tidak berhenti pada peserta seminar. Ia mendorong dibentuknya training of trainers (ToT) agar ASN yang telah mendapatkan pembekalan dapat menjadi agen perubahan di masing-masing perangkat daerah.
“Saya harapkan nanti dibentuk training of trainers, sehingga proses pembelajaran tidak berhenti sampai di sini. Teman-teman yang sudah dilatih bisa menjadi bagian dari penggerak perubahan ke depan,” katanya.
Bambang juga meminta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menyusun program peningkatan kompetensi ASN secara berkelanjutan. Menurutnya, setiap pelatihan harus berdampak langsung pada peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan publik.
Di sisi lain, Bambang menilai ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan pemerintah terus meningkat, terlebih Tangerang Selatan merupakan kota penyangga Jakarta dengan karakteristik masyarakat yang beragam.
“Kita berbatasan dengan Jakarta. Masyarakat kita memiliki karakteristik dan kebutuhan yang sangat beragam. Artinya, standar pelayanan yang kita miliki juga harus terus kita tingkatkan,” tegasnya.
Ia berharap budaya pelayanan prima tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi budaya kerja yang melekat dalam setiap pelayanan pemerintah kepada masyarakat, sehingga kepercayaan publik terhadap kinerja ASN di Kota Tangerang Selatan terus meningkat.

Tinggalkan Balasan