Sebaran Kusta Baru di Kabupaten Tangerang Tembus 243 Kasus, Teluknaga dan Cisoka Tertinggi

Dedi Nurhaedi Redaksi

TANGERANG, WARTAXPRESS.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mencatat sebaran wilayah seiring tingginya temuan kasus kusta baru di daerah tersebut. Berdasarkan data hasil surveilans aktif sepanjang Januari hingga Juni 2026, total akumulasi temuan kasus kusta di Kabupaten Tangerang kini telah menembus angka 264 kasus, dengan rincian 243 temuan kasus baru dan 21 kasus ulang.

Dari total 29 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Tangerang, wilayah Kecamatan Teluknaga dan Kecamatan Cisoka tercatat menjadi penyumbang angka temuan kasus baru tertinggi.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmizi, melansir data riil di mana Kecamatan Teluknaga menempati posisi puncak dengan temuan 56 kasus baru dan 4 kasus ulang. Sementara itu, Kecamatan Cisoka membuntuti di posisi kedua dengan 26 kasus baru, disusul Kecamatan Pakuhaji dengan 16 kasus baru. Di sisi lain, wilayah Kecamatan Jambe dan Kronjo tercatat bersih dari penularan dengan nihil temuan (0 kasus).

“Di Kabupaten Tangerang, penanganan kusta ini sudah menjadi program prioritas kami. Ini dibuktikan dengan adanya Komitmen Bupati terkait Percepatan Eliminasi Kusta yang sudah ditandatangani sejak 7 Juli 2025 lalu,” ujar dr. Hendra saat dikonfirmasi, Selasa (14/7/2026).

dr. Hendra menjelaskan, tingginya angka penemuan di Teluknaga dan Cisoka tersebut bukan berarti penanganan memburuk, melainkan buah dari keagresifan petugas dan kader di lapangan dalam membongkar fenomena gunung es lewat delapan kegiatan strategis. Langkah taktis ini sekaligus menjawab instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian agar daerah bergerak aktif melakukan deteksi dini.

Sejumlah langkah konkret yang dijalankan Dinkes meliputi pencarian kasus secara aktif di seluruh kecamatan, peningkatan kapasitas kader kesehatan komunitas kusta untuk deteksi dini, hingga pelibatan peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Selain itu, Dinkes juga memberikan obat pencegahan (khemoprofilaksis) bagi warga yang terdeteksi melakukan kontak erat dengan penderita.

Selain fokus pada penemuan kasus di wilayah-wilayah zona merah seperti Teluknaga, dr. Hendra mengakui tantangan berat yang dihadapi jajarannya adalah memutus rantai stigma negatif dan pengucilan yang kerap dialami penderita dari lingkungan sekitar, bahkan dari pihak keluarga sendiri.

“Stigma negatif ini memang tantangan kita bersama. Strategi dari Dinkes adalah terus menggencarkan edukasi ke masyarakat. Penyuluhan ini kami lakukan secara masif dan berjenjang lewat Puskesmas, pihak kecamatan, hingga menyentuh tingkat desa dan kelurahan agar warga tidak lagi panik atau mengucilkan pasien,” tegasnya.

Ia pun mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang agar tidak takut atau malu untuk memeriksakan diri jika mendapati adanya gejala klinis kusta, karena penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini dipastikan bisa sembuh total secara medis.

“Untuk masyarakat tidak perlu khawatir. Kami pastikan akses obat-obatan di seluruh Puskesmas kita di Kabupaten Tangerang ketersediaannya sangat cukup dan semuanya diberikan secara gratis,” pungkas dr. Hendra. (Der)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup