2.596 Pekerja di Banten Kena PHK dalam 5 Bulan, Tertinggi Kedua di Indonesia
WARTAXPRESS.com- Provinsi Banten menjadi daerah dengan jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) terbanyak kedua di Indonesia sepanjang Januari hingga Mei 2026.
Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), sebanyak 2.596 pekerja di Banten kehilangan pekerjaan dalam kurun lima bulan pertama tahun ini.
Data yang diunggah melalui laman Satu Data Kemenaker menunjukkan jumlah PHK di Banten hanya berada di bawah Jawa Barat yang mencatat 5.044 pekerja terdampak.
Dari total 2.596 pekerja yang terkena PHK di Banten, sebanyak 660 orang tercatat pada Januari, 691 orang pada Februari, 516 orang pada Maret, 639 orang pada April, dan 90 orang pada Mei 2026.
Secara nasional, jumlah tenaga kerja yang mengalami PHK sepanjang Januari hingga Mei 2026 mencapai 23.470 orang.
Jawa Barat menyumbang sekitar 21,49 persen dari total pekerja yang terdampak PHK di Indonesia.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, pemerintah terus memantau perkembangan ketenagakerjaan, termasuk potensi gelombang PHK yang terjadi di sejumlah daerah.
Menurutnya, Kemenaker memiliki sistem pemantauan yang digunakan untuk melihat perkembangan berbagai persoalan ketenagakerjaan dan menentukan langkah penanganan yang diperlukan.
“Kami dari Kementerian Ketenagakerjaan, khususnya kita Dirjen Jamsos PHI, kita selalu punya kita terus melakukan monitoring. Jadi, kita punya semacam dashboard untuk kemudian melihat ya ini kondisinya yang mana ini sekarang sedang kemudian apa ada isunya itu sudah sampai di mana,” ujar Yassierli dikutip dari Kompas, Kamis 25 Juni 2026.
Ia menjelaskan, penanganan perusahaan yang berpotensi melakukan PHK dilakukan sesuai tingkat risiko dan penyebab yang dihadapi masing-masing perusahaan.
Upaya penyelesaian diawali melalui komunikasi antara manajemen dan pekerja, sebelum melibatkan mediator ketenagakerjaan maupun koordinasi lintas kementerian apabila diperlukan.
Yassierli mencontohkan salah satu persoalan yang tengah menjadi perhatian adalah industri keramik yang terdampak kelangkaan pasokan gas dan berpotensi memicu PHK.
Meski demikian, ia optimistis berbagai tantangan ketenagakerjaan dapat diatasi melalui kerja sama antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja.

Tinggalkan Balasan