Rupiah Melemah, Harga Cabai di Pasar Ciputat Tembus Rp60.000 per Kilogram

Foto: Iqbal

WARTAXPRESS.com — Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang berada di kisaran Rp17.823 per dolar AS mulai dirasakan masyarakat, salah satunya melalui kenaikan harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional.

Pedagang di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis, mengaku harga berbagai komoditas hortikultura, terutama cabai, mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir seiring meningkatnya harga pasokan dari distributor dan pasar induk.

Seorang pedagang sayur di Pasar Ciputat Iqbal mengatakan kenaikan harga terjadi hampir pada seluruh jenis cabai yang menjadi kebutuhan utama rumah tangga.

“Rata-rata sayuran naik, terutama cabai. Hampir semua jenis mengalami kenaikan harga,” katanya.

Ia menjelaskan harga cabai rawit merah saat ini dijual sekitar Rp60.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp50.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit hijau mencapai Rp55.000 per kilogram.

Menurut dia, meskipun harga terus bergerak naik, aktivitas jual beli di pasar masih berlangsung normal. Namun, keluhan datang dari berbagai pihak, baik pedagang maupun konsumen.

“Pembeli masih ada, tetapi rata-rata mengeluh karena harga kebutuhan pokok naik,” ujarnya.

Pedagang tersebut menuturkan bahwa kenaikan harga tidak hanya terjadi pada cabai, melainkan juga pada sejumlah komoditas lain yang dipasok dari pasar induk.

“Kami sebagai pedagang juga mengeluh karena harga dari pemasok sudah naik. Hampir semua komoditas mengalami kenaikan,” katanya.

Ia menilai kondisi tersebut berkaitan dengan berbagai faktor ekonomi, termasuk pelemahan nilai tukar rupiah yang berdampak pada biaya distribusi dan harga barang di tingkat pasar.

“Dampaknya terasa sampai ke masyarakat kecil. Kami yang di bawah ikut merasakan imbasnya,” ujarnya.

Sejumlah pembeli di Pasar Ciputat juga mengaku mulai mengurangi jumlah belanja atau menyesuaikan kebutuhan harian akibat kenaikan harga bahan pangan yang terjadi belakangan ini.

Pengamat ekonomi menilai pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan biaya produksi dan distribusi sejumlah komoditas, terutama yang memiliki keterkaitan dengan impor, sehingga dapat mendorong kenaikan harga di tingkat konsumen apabila berlangsung dalam jangka panjang.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan terus memantau perkembangan harga bahan pokok guna menjaga stabilitas pasokan dan daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi yang terjadi.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup