Motif dan Peran Pelaku Pembacokan Pengendara di Cibodas Terungkap, Alesan Bikin Nama Geng Makin Tenar
WARTAXPRESS.com – Polisi mengungkap motif di balik aksi brutal sekelompok pelaku yang membacok warga sipil di wilayah Jatiuwung, Kota Tangerang. Sebanyak 13 orang telah diamankan dan kini menjalani proses penyidikan intensif.
Kapolsek Jatiuwung, Kompol Rabiin, mengatakan korban diserang secara tiba-tiba saat melintas di sekitar lokasi kejadian yang berada dekat kawasan pabrik kopi di Jatiuwung. Korban disebut tidak memiliki kaitan ataupun masalah dengan para pelaku.
“Para pelaku begal tawuran ini menyerang warga sipil yang melintas tanpa ada salah apa pun. Korban langsung diserang,” kata Kompol Rabiin. Jum’at 12 Juni 2026.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka bacok dan sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Berdasarkan hasil pengecekan terakhir, kondisi korban mulai menunjukkan perkembangan positif.
“Kondisi saat ini korban masih berada di Rumah Sakit Kota Tangerang. Hasil pengecekan tadi malam sudah cukup membaik dan saat ini dalam tahap pemulihan,” ujarnya.
Dalam pengungkapan kasus ini, polisi telah menangkap 13 pelaku yang diduga terlibat dalam aksi tersebut. Penyidik kini mendalami keterlibatan masing-masing pelaku dengan memetakan peran mereka satu per satu.
“Para pelaku kami klasterkan berdasarkan perannya masing-masing. Dari peran itu kami pisahkan berkas perkaranya sehingga proses hukum bisa berjalan lebih mudah,” jelas Rabiin.
Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi menemukan bahwa aksi tersebut dipicu motif ingin membesarkan nama kelompok mereka. Para pelaku disebut ingin menunjukkan eksistensi dan reputasi kelompok di kalangan mereka.
“Motifnya hanya untuk membesarkan nama kelompoknya. Mereka ingin nama kelompoknya dikenal dan dianggap besar,” ungkapnya.
Tak hanya melakukan pembacokan, para pelaku juga diduga merampas barang-barang milik korban usai melakukan penyerangan. Polisi kini masih memburu kemungkinan adanya korban lain dan mendalami apakah kelompok tersebut pernah melakukan aksi serupa di lokasi berbeda.
“Selain membacok, mereka juga merampas barang-barang milik korban. Kami terus kembangkan karena ada beberapa titik yang kami dalami terkait perbuatan mereka,” tuturnya.
Meski para pelaku mengaku baru sekali melakukan aksi tersebut, polisi belum sepenuhnya menerima pengakuan itu. Penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan mereka dalam tindak kejahatan lain.
“Pengakuan sementara baru satu kali, tetapi kami masih melakukan penyelidikan. Proses hukum masih terus berjalan,” tegas Rabiin.

Tinggalkan Balasan