WartaXpress

Update Berita Tanpa Ketinggalan

Bantah Isu Pencemaran Lingkungan, Pemilik Agro Arafah : Limbah Kami Jadi Berkah

Asep Hidayat, pemilik peternakan Argo Arafah berikan klarifikasi kepada wartawan terkait dugaan pencemaran lingkungan, Rabu (13/05/26).

KABUPATEN TANGERANG, WARTAXPRESS.com Pemilik peternakan Agro Arafah, Asep Hidayat, angkat bicara memberikan klarifikasi terkait tudingan pencemaran lingkungan akibat limbah kotoran sapi dan kambing yang diduga mencemari sumber air Sungai Cisadane.

Asep menegaskan pemberitaan yang menyebut adanya saluran limbah yang sengaja dibuang ke danau atau sungai di sekitar wilayah Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, adalah tuduhan yang tidak berdasar.

Menurut Asep, operasional peternakannya mendukung program ketahanan pangan pemerintah dan kotoran hewan yang dihasilkan tidak dibuang ke saluran air, melainkan diserap tanah atau dikumpulkan untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomi.

“Limbah kotoran itu tidak ada yang tersalurkan ke air baku, baik di danau ataupun Sungai Cisadane. Justru kotoran itu dikumpulkan dan dimanfaatkan warga untuk pupuk. Banyak warga, bahkan dari Bogor, datang mengambil untuk tanaman mereka,” ujar Asep saat ditemui di lokasi peternakan, Rabu (13/05/26).

Selain kotoran padat, Asep menjelaskan bahwa urine sapi memiliki nilai ekonomi tinggi sebagai bahan baku pupuk cair berkualitas. Hal ini membuat pihak pengelola sangat menjaga agar limbah tersebut tidak terbuang sia-sia ke saluran air.

Menanggapi adanya peningkatan jumlah hewan di lokasi, Asep yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Banten ini menyebut hal tersebut sebagai fenomena supply and demand menjelang hari besar keagamaan.

“Biasanya hanya 2 sampai 7 ekor. Namun menjelang Idul Adha, stok kami tambah untuk melayani kebutuhan kurban masyarakat. Ini hal lumrah dalam dunia peternakan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Asep menekankan bahwa keberadaan peternakan lokal seperti Agro Arafah adalah pilar penting dalam mewujudkan swasembada pangan yang menjadi program prioritas Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Ia menilai peternakan rakyat adalah kunci untuk memangkas ketergantungan impor daging nasional yang saat ini masih menyentuh angka 60 hingga 70 persen.

Terkait inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tangerang, Asep menyambut baik langkah tersebut. Ia menjamin seluruh izin operasional usahanya telah lengkap dan siap dibuktikan melalui investigasi lapangan.

“Kami sudah belasan tahun di sini dan tidak pernah ada masalah. Tidak ada satu pun saluran dari kandang yang mengarah ke sungai. Kami berharap pemberitaan didasarkan pada fakta lapangan agar tidak merugikan pelaku ekonomi kerakyatan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup