WartaXpress

Update Berita Tanpa Ketinggalan

Dramatis, Evakuasi Ular Sanca 50 KG, Damkar Ciledug Jebol Plafon Rumah 

Uler.

TANGERANGKOTA, WARTAXPRESS.com Suasana pemukiman warga di Jalan Pondok Kacang Prima, RT 02/RW 01 Kelurahan Parung Serab, Kecamatan Ciledug, mendadak ramai, ketika petugas UPT Damkar Ciledug berjibaku mengevakuasi hewan liar berupa seekor ular sanca yang bersembunyi di atap salah satu rumah warga, pada Selasa (12/05/26) dini hari.

Petugas UPT Damkar Ciledug, Barasetio menuturkan timnya sempat menemui kendala di lapangan, dimana proses evakuasi membutuhkan waktu mencari keberadaan ular yang kerap berpindah-pindah.

Untuk itu, petugas terpaksa menjebol plafon rumah milik warga bernama Husein setelah mendapatkan izin dari pemiliknya menggunakan alat bantu batang bambu hingga martil.

Langkah ini diambil untuk mempermudah ruang gerak petugas dalam menangkap ular yang memiliki panjang mencapai 3 meter dengan bobot 50 kilogram tersebut.

“Ular kerap berpindah-pindah posisi, sehingga kami membutuhkan waktu sekitar satu jam. Kami harus melakukan penyisiran ke seluruh bagian rumah sebelum akhirnya menemukan ular tersebut terjebak di atas plafon bagian dapur,” ujar Barasetio.

Proses penangkapan sempat diwarnai ketegangan karena ular sanca tersebut setelah terjatuh dari atap plafon mencoba melakukan perlawanan saat hendak ditangkap. Petugas harus menggunakan alat bantu penjepit khusus (snake hook) untuk menjinakkan predator tersebut.

“Kami jatuhkan ular dari atap plafon, namun ular tersebut menyerang petugas saat mau ditangkap, kami sudah siapkan alat penjepit untuk menangkapnya,” tambah Barasetio.

Pemilik rumah, Husein, menceritakan awal mula penemuan hewan melata tersebut. Saat hendak menuju dapur, ia dikagetkan dengan suara gaduh dan pergerakan ular di atas atap. Khawatir akan keselamatan kedua buah hatinya, Husein segera menghubungi petugas pemadam kebakaran.

“Saya sangat khawatir dengan anak-anak di rumah. Terima kasih kepada petugas yang sangat cepat tanggap. Sekarang perasaan kami sudah tenang setelah ular berhasil diamankan,” ungkap Husein.

Munculnya ular di kawasan tersebut disinyalir karena faktor lingkungan. Wilayah Parung Serab dulunya merupakan area rawa yang kini telah beralih fungsi menjadi pemukiman penduduk. Diduga kuat, ular tersebut masuk ke area rumah warga untuk mencari mangsa seperti tikus.

Tindak lanjutnya, ular untuk sementara diamankan di pos UPT Damkar Ciledug untuk kemudian akan menyerahkan ular tersebut kepada pihak BKSDA Jakarta, untuk proses pelepasliaran kembali ke habitat yang jauh dari pemukiman warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup