WartaXpress

Update Berita Tanpa Ketinggalan

Diduga Sebabkan Bocah Tersetrum, PJU Program Tangsel Terang Telan Anggaran Rp55 Miliar Per Tahun

Redaksi Redaksi WartaXpress
Program Tangsel Terang yang menelan anggaran Rp55 miliar per tahun diduga menjadi penyebab bocah meninggal dunia akibat tersetrum.

WARTAXPRESS.com- Anggaran dari program Tangsel Terang yang menjadi andalan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menuai perhatian publik setelah seorang bocah dilaporkan meninggal dunia akibat dugaan arus bocor pada tiang Penerangan Jalan Umum (PJU).

Korban berinisial RDP (13), meninggal saat mencoba mengambil layangan yang tersangkut di tiang lampu jalan di Kampung Koceak, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Rabu (6/5/2026).

Korban Diduga Tersengat Arus Bocor Tiang Lampu

Keluarga korban menyebut RDP sempat memanjat tiang PJU sebelum tubuhnya diduga tersengat listrik dari instalasi lampu jalan tersebut.

Baca Juga: Polsek Tigaraksa Gerak Cepat Tangani Laporan Masyarakat Terkait Tiang Listrik Roboh di Desa Cileles

“Korban naik mau ambil layangan yang nyangkut. Ternyata ada setrum di tiang itu. Teman-temannya panik, tidak berani menyentuh karena takut ikut tersetrum,” ujar Purwaningsih, tante korban.

Warga kemudian membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat. Namun, tim medis tidak berhasil menyelamatkan nyawa korban.

Anggaran Program Tangsel Terang Ikut Disorot

Peristiwa nahas ini memicu perhatian publik karena terjadi lantaran program Tangsel Terang menelan anggaran yang cukup besar.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tangsel Ayep Jajat Sudrajat sebelumnya menyebut Pemkot Tangsel mengalokasikan sekitar Rp55 miliar per tahun untuk pembayaran listrik PJU.

Ayep mengatakan, biaya listrik penerangan jalan di Tangsel bahkan mencapai sekitar Rp4,5 miliar setiap bulan.

“Rata-rata pertahun sekitar Rp55 miliar untuk bayar listrik, perbulan 4 setengah miliar,” kata Ayep dalam keterangannya pada 2025 dikutip dari Kompas.

Pemkot Tangsel juga menjadikan program Tangsel Terang sebagai salah satu program prioritas. Program itu berfokus pada pembangunan lampu jalan baru hingga ke kawasan permukiman dan gang warga.

Pada 2025, Dinas Perhubungan Tangsel menargetkan pembangunan sekitar 1.400 titik lampu baru di tujuh kecamatan dan 50 kelurahan.

Dishub Tangsel saat itu menganggarkan sekitar Rp2,6 juta untuk setiap titik lampu di luar biaya pemeliharaan.

Dishub Tangsel Pastikan Lokasi Sudah Aman

Kasus dugaan bocornya arus listrik pada tiang PJU menambah daftar kritikan terhadap pengawasan infrastruktur penerangan jalan di Tangsel.

Program Tangsel Terang sebelumnya juga sempat menjadi perhatian setelah Pemkot Tangsel mengalihkan anggaran program mudik gratis Lebaran 2025 untuk mendukung program tersebut.

“Berhubung kita membutuhkan untuk hal yang lebih penting, bukan ini tidak penting, tapi banyak hal lain, kita juga harus melakukan program wali kota, program Tangsel terang,” ujar Ayep dikutip dari TribunTangerang.

Sementara itu, Kepala Bidang PJU Dishub Tangsel, Eka Andryana Arifin memastikan petugas sudah memutus aliran listrik di lokasi kejadian.

“Kami pastikan saat ini lokasi sudah aman dari potensi arus bocor. Petugas sudah memutus aliran listrik dan melakukan pengecekan menyeluruh,” pungkas Eka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup