Perempuan Penghuni Kos di Pengayoman Kota Tangerang Ngaku Diteror Pria Misterius Tengah Malam
WARTAXPRESS.com- Seorang perempuan mengaku mengalami kejadian yang tidak mengenakkan saat berada di kamar kosnya di kawasan Komplek Pengayoman, Kota Tangerang, pada Senin, 23 Maret 2026, dini hari.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 00.08 WIB ketika korban sedang berada sendirian di dalam kamar kos yang disebut memiliki pintu kaca sliding menghadap langsung ke jalan, dengan ventilasi kaca di bagian atas.
Dalam keterangannya, korban mengatakan saat itu kondisi kos sudah gelap karena dirinya hendak tidur. Namun, tiba-tiba ia mendengar ada seseorang yang diduga mencoba membuka gerbang dan pintu sliding kamar kosnya.
“Senin dini hari, 23 Maret 2026 pukul 00.08 WIB, saya mengalami kejadian yang membuat saya merasa tidak aman sebagai perempuan di tempat tinggal saya, Komplek Pengayoman, Kota Tangerang,” tulis korban dalam keterangannya melalui akun pribadinya, @raydiya_.
Ia mengaku tidak langsung membuka pintu karena tinggal sendirian dan kondisi kamar saat itu gelap. Tak lama berselang, orang tersebut diduga mencoba mengintip dari ventilasi kaca bagian atas yang bisa dijangkau dengan memanjat.
“Saat itu saya berada di dalam kamar kos yang pintunya langsung menghadap jalan, dengan model pintu kaca sliding dan ventilasi kaca di bagian atas. Malam hari, sudah ingin tidur, kos sudah gelap,” lanjutnya.
Merasa takut, korban mengaku tetap berusaha merekam kejadian itu untuk dijadikan bukti. Setelah beberapa saat, ia akhirnya membuka pintu, namun orang yang diduga pelaku langsung kabur ke arah jalan raya sebelum berbelok ke gang sebelah.
Menurut korban, jalur pelarian orang tersebut sempat dilihat oleh sejumlah saksi, yang berada di sekitar tongkrongan kawasan lapangan Pengayoman.
“Setelah beberapa saat, saya membuka pintu, dan orang tersebut langsung lari ke arah jalan raya lalu berbelok ke gang sebelah. Di jalur yg dilewati pelaku untuk kabur, terdapat beberapa saksi anak-anak serta saksi dewasa di sekitar tongkrongan (Mas Tri, Lapangan Pengayoman) yg melihat pergerakan pelaku,” ujarnya.
Usai kejadian, korban bersama rekannya berupaya mencari pelaku dan melapor ke pihak keamanan lingkungan. Namun, menurut pengakuannya, ia diminta menunggu hingga pagi hari agar persoalan dibahas melalui mediasi bersama pengurus RT.
“Namun saran dari keamanan adalah menunggu pagi, untuk mediasi bersama RT. Lalu sekira waktu subuh, dikabari lagi bahwa RT sedang pulang kampung, dan memang benar adanya,” tulisnya lagi.
Pada siang harinya, korban bersama dua rekannya kemudian mendatangi rumah ketua RW. Namun, ia mengaku kembali diminta menunggu tanpa kepastian penanganan lebih lanjut.
“Siang hari tanpa kejelasan, saya bersama @archifp dan @hello.menn menuju rumah RW, lalu ternyata disuruh menunggu juga. Semua masih menyuruh saya menunggu,” katanya.
Merasa belum mendapat kejelasan, korban lalu menghubungi rekan media di Tangerang. Dari situ, informasi tersebut disebut diteruskan kepada pihak terkait hingga akhirnya mendapat respons dari Kapolsek Tangerang Kompol Suyatno yang mengirimkan personel ke lokasi untuk memastikan situasi.
“Setelah itu, saya menghubungi rekan saya kawan media Tangerang, lalu beliau membantu menyampaikan ke Pak @suyatnowsb2010 dan kemudian mendapat atensi dari kapolsek yang akhirnya mengirimkan anggota ke lokasi untuk memastikan situasi,” ungkapnya.
Korban mengatakan, berdasarkan arahan yang diterima, penyelesaian awal disarankan dilakukan melalui mediasi antarwarga bersama perangkat lingkungan. Namun, karena ketua RT masih berada di luar kota, mediasi belum bisa dilakukan saat itu.
“Dari arahan yang diberikan, penyelesaian awal disarankan melalui mediasi antar warga dengan perangkat lingkungan. Namun ketua RT masih pulang kampung, sehingga mediasi belum dapat dilakukan,” tulisnya.
“Hingga saat ini, saya masih merasa khawatir karena saya tinggal sendiri, dan tindakan mencoba membuka paksa pintu serta mengintip kamar di tengah malam menimbulkan rasa tidak aman serta kekhawatiran kejadian serupa dapat terulang,” tukasnya.

Tinggalkan Balasan