Lahan Ekstrem di Tigaraksa Berhasil Produksi Jagung, Bukti Ketahanan Pangan Mulai Teruji
KAB, TANGERANG, WARTAXPRESS.com – Upaya penguatan ketahanan pangan melalui budidaya jagung di Desa Bantar Panjang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, mulai membuahkan hasil. Jagung yang ditanam di lahan bekas galian dengan kondisi tanah tidak ideal berhasil dipanen pada Kamis (8/1/2026).
Panen dilakukan di area sekitar 1,5 hektare dengan total produksi mencapai 2 hingga 3 ton jagung pakan. Capaian tersebut dinilai cukup positif mengingat lahan yang digunakan memiliki banyak keterbatasan, baik dari sisi struktur tanah maupun faktor cuaca.
Direktur PT MSD Corpora Internasional, Made Swardika Dwipayana, menyebut keberhasilan panen ini menunjukkan bahwa tanaman jagung tetap dapat tumbuh dan berproduksi meski ditanam di lahan ekstrem. Menurutnya, kondisi tanah di lokasi tersebut keras, bercampur batu, miskin air, serta kehilangan lapisan tanah atas.
“Tanahnya sangat tipis dan unsur haranya minim. Ini tentu menjadi tantangan sejak awal penanaman,” kata Made.
Selain kondisi tanah, curah hujan tinggi dalam beberapa bulan terakhir turut menjadi kendala. Namun, seluruh tahapan budidaya tetap dilakukan mengikuti standar teknis, mulai dari pengolahan lahan, pengendalian gulma, hingga pemupukan intensif.
Untuk mengatasi minimnya nutrisi tanah, pengelola memberikan tambahan nutrisi atau booster tanaman. Langkah ini dinilai efektif membantu pembentukan tongkol jagung meski media tanam tidak ideal.
“Dengan tambahan nutrisi, tanaman bisa tetap berbuah. Hasilnya bisa dilihat saat panen hari ini,” jelasnya.
Sementara itu, keberadaan rumput yang masih tumbuh di sekitar tanaman jagung bukan tanpa alasan. Made menjelaskan rumput sengaja dipertahankan sebagai bagian dari strategi pengendalian erosi, mengingat kontur lahan yang miring dan rawan tergerus air hujan.
Jagung hasil panen direncanakan disalurkan ke Bulog. Jika tidak seluruhnya terserap, distribusi akan dilakukan ke pabrik pakan ternak di wilayah sekitar.
Kegiatan panen di Bantar Panjang berlangsung serentak dengan Panen Raya Nasional yang dipusatkan di Bekasi dan dipimpin Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Di Kabupaten Tangerang, panen turut dihadiri unsur Forkopimda.
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengatakan keterlibatan masyarakat dan kelompok tani menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
“Panen ini menunjukkan kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat untuk memperkuat ketahanan pangan,” ujarnya.
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menambahkan bahwa penanaman jagung dilakukan secara bertahap agar panen dapat berlangsung berkelanjutan.
“Panen tidak berhenti hari ini saja. Masih ada panen lanjutan dengan potensi hasil yang lebih besar,” katanya.
Dengan adanya panen susulan dalam waktu dekat, program ketahanan pangan jagung di Desa Bantar Panjang dinilai terus menunjukkan perkembangan positif meski dijalankan di lahan dengan tantangan teknis tinggi.

Tinggalkan Balasan