KABTANGERANG, WARTAXPRESS.com – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, harga cabai di Pasar Gudang Tigaraksa mengalami kenaikan tajam hingga mencapai Rp100 ribu per kilogram. Kenaikan ini menambah tekanan bagi pedagang maupun pembeli yang sudah merasakan tingginya biaya kebutuhan harian.

Selama hampir tiga minggu, harga cabai perlahan naik akibat pasokan yang menipis. Buruknya kondisi cuaca, tingginya permintaan di akhir tahun, serta bencana alam yang terjadi di beberapa daerah di Sumatra disebut menjadi faktor berkurangnya suplai dari sentra produksi.

Harga cabai merah yang sebelumnya berada di kisaran Rp40 ribu kini melonjak dua kali lipat lebih. Cabai keriting ikut terkerek menjadi Rp70 ribu per kilogram, sedangkan cabai rawit tidak kalah tinggi dengan harga mencapai Rp60 ribu.

Para pelaku usaha kuliner turut merasakan dampaknya. Feny Utari, pedagang martabak telur, mengakui harus mengurangi jumlah pembelian cabai karena tidak sanggup mengikuti kenaikan harga.

“Saya biasanya ambil setengah kilo, sekarang hanya sanggup seperempat kilo,” ujarnya.

Sementara itu, pedagang cabai seperti Hendrik mengungkapkan penjualan ikut merosot. Menurutnya, pembeli kini lebih berhati-hati dan mengurangi kuantitas belanja.

“Penurunan omzet bisa sampai 25 persen. Banyak pelanggan beli lebih sedikit dari biasanya,” tuturnya.

Di sisi konsumen, kebutuhan memasak membuat mereka tetap membeli cabai meski harga tinggi. Namun, jumlah yang dibeli terpaksa dikurangi menjadi seperempat kilogram atau bahkan hanya beberapa ons.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan untuk menekan lonjakan harga, sehingga beban masyarakat tidak semakin berat menjelang perayaan akhir tahun.