Jejak George Soros di Balik Kerusuhan Indonesia hingga Dunia
WARTAXPRESS.com – Nama George Soros kembali ramai diperbincangkan setelah media Rusia, Sputnik, pada Senin 1 September 2025 menuding miliarder asal Amerika Serikat itu berada di balik demonstrasi yang berujung ricuh di Indonesia.
Sputnik menyebut keterlibatan National Endowment for Democracy (NED) serta Open Society Foundations (OSF) milik Soros dalam peristiwa tersebut.
Analis geopolitik Angelo Giuliano berpendapat bahwa NED dan OSF sudah lama aktif memberi dukungan kepada media maupun organisasi di Indonesia sejak dekade 1990-an.
“Meskipun dipicu oleh persoalan ekonomi masyarakat, penggunaan simbol tertentu bisa saja menunjukkan adanya pengaruh dari luar,” ucap Giuliano.
Nama Soros memang kerap dikaitkan dengan gejolak politik di berbagai negara. Tuduhan serupa pernah muncul saat krisis finansial Asia 1998, ketika Perdana Menteri Malaysia,
Mahathir Mohamad, menuding Soros sebagai pemicu jatuhnya nilai tukar. Namun Soros menegaskan bahwa ia tidak melakukan intervensi pasar di Indonesia kala itu.
Beberapa catatan tuduhan terhadap Soros di berbagai negara antara lain:
- Indonesia (1998)
Soros dituding memperburuk krisis moneter yang membuat rupiah terpuruk, meski ia membantah keterlibatan langsung. Kerusuhan Mei 1998 sendiri lebih dipengaruhi faktor politik dalam negeri dan ketegangan sosial.
- Indonesia (2025)
Sputnik kembali mengaitkan Soros dengan aksi demonstrasi yang berujung kericuhan, meskipun klaim itu hanya bersumber pada opini analis pro-Kremlin tanpa bukti independen.
- Amerika Serikat (2020–2024)
Dalam aksi Black Lives Matter dan protes pro-Palestina, beredar tuduhan Soros mendanai massa. Pemeriksa fakta seperti Reuters dan PolitiFact menyatakan klaim itu tidak terbukti, meski OSF memang memberi hibah jangka panjang ke organisasi HAM.
- Hongaria (2017–sekarang)
Pemerintahan Viktor Orbán meluncurkan kampanye “Stop Soros” untuk melemahkan pengaruh LSM pro-demokrasi. Banyak protes mahasiswa dan kelompok sipil pun dilabeli sebagai gerakan yang didukung Soros.
- Ukraina (2013–2014)
Media pro-Kremlin menyebut protes Euromaidan sebagai rekayasa Soros. Namun Uni Eropa dan lembaga pemeriksa fakta menilai tuduhan itu sebagai bagian dari disinformasi untuk merusak legitimasi gerakan rakyat.

Tinggalkan Balasan