FPRB Kota Tangerang Resmi Dilantik, Simulasi Banjir Jadi Uji Kesiapsiagaan
FPRB Kota Tangerang Resmi Dilantik, Simulasi Banjir Jadi Uji Kesiapsiagaan
TANGERANG, WARTAXPRESS.com— Momentum Hari Kesiapsiagaan Bencana dimanfaatkan Pemerintah Kota Tangerang untuk memperkuat sistem mitigasi. Pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Tangerang resmi dilantik pada Minggu (26/4/2026) di kawasan Jembatan Berendeng, Kecamatan Tangerang, yang sekaligus menjadi lokasi simulasi tanggap darurat banjir.
Pelantikan ini dihadiri langsung Wali Kota Tangerang Sachrudin bersama Wakil Wali Kota Maryono Hasan, serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD).
Kegiatan diawali dengan kerja bakti massal sejak pagi hari, melibatkan BPBD Provinsi Banten, BPBD Kota Tangerang, unsur kewilayahan, hingga berbagai komunitas masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar seremonial, melainkan berfokus pada aksi nyata peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
“Selain pelantikan, kami juga melakukan penebaran sekitar 13.500 benih ikan dan ekoenzim sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem lingkungan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, BPBD Kota Tangerang juga menerima bantuan satu unit perahu lengkap dari Pemerintah Provinsi Banten. Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat armada penanggulangan bencana, khususnya saat terjadi banjir.
Simulasi banjir yang digelar menjadi salah satu agenda utama. Kegiatan ini melibatkan FPRB bersama sekitar 50 organisasi dari berbagai unsur dalam skema pentaheliks—mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga sektor swasta—guna melatih kecepatan dan koordinasi saat kondisi darurat.
Mahdiar menambahkan, ke depan FPRB akan fokus menyusun program kerja berbasis edukasi masyarakat serta penguatan sistem penanganan kebencanaan di Kota Tangerang.
“FPRB diharapkan menjadi garda terdepan yang membantu pemerintah, baik pada tahap pra-bencana, saat bencana, maupun pascabencana,” tegasnya.
Dengan pelantikan ini, diharapkan kolaborasi lintas sektor dalam mitigasi bencana semakin solid, sehingga risiko dan dampak bencana di Kota Tangerang dapat ditekan secara signifikan.

Tinggalkan Balasan