Moses Itauma, Penerus Baru di Panggung Kelas Berat
WARTAXPRESS.com – Kemenangan cepat atas Dillian Whyte menjadikan Moses Itauma petinju muda Inggris berusia 20 tahun beralih status dari sekadar “anak ajaib” menjadi salah satu nama paling diperhitungkan dalam dunia tinju modern.
Prestasi Itauma terlihat kontras bila dibandingkan dengan bintang Inggris lain. Di usia yang sama, Anthony Joshua masih berjuang di level amatir lokal, sementara Tyson Fury baru memulai langkah awalnya di tinju profesional. Namun Itauma sudah membuat gebrakan besar dengan menumbangkan mantan juara dunia sekelas Whyte hanya dalam hitungan dua menit di Arab Saudi.
Saat ini, Itauma mencatat 13 pertarungan tanpa kalah dan sudah menempatkan dirinya di jalur perebutan gelar. Ia memang tak bisa melampaui rekor Mike Tyson sebagai juara dunia termuda kelas berat (20 tahun 145 hari pada 1986) karena usianya lebih tua 87 hari. Meski begitu, peluangnya menyalip Floyd Patterson—juara kedua termuda sepanjang sejarah (21 tahun 334 hari)—masih terbuka lebar.
Menghadapi Whyte yang sudah sarat pengalaman, termasuk kemenangan atas Alexander Povetkin dan Joseph Parker, Itauma tetap tampil meyakinkan. Ketegasan dan ketenangan yang ia tunjukkan di ring membuat manajernya, Frank Warren, menjulukinya sebagai fenomena baru tinju dunia.
“Saya belum pernah melihat bakat muda sehebat ini. Moses fokus, rendah hati, dan profesional. Semua kualitas untuk jadi legenda ada padanya,” tegas Warren.
Dukungan juga datang dari Tyson Fury yang menyebut Itauma sebagai masa depan kelas berat. Menurutnya, Itauma bisa menggeser para petinju senior, termasuk Oleksandr Usyk dan Anthony Joshua. Sinyal besar juga hadir dari Turki Al-Sheikh, otoritas hiburan Arab Saudi, yang membuka kemungkinan duel akbar Itauma melawan Usyk.
Meski begitu, Warren menilai anak asuhnya masih perlu ditempa menghadapi nama-nama tangguh seperti Jermaine Franklin, Filip Hrgovic, Andy Ruiz Jr, atau Martin Bakole sebelum benar-benar menantang perebutan sabuk dunia.
Itauma sendiri lahir di Slovakia, lalu besar di Inggris sejak usia empat tahun. Meski kini jadi sorotan, ia tetap menjaga gaya hidup sederhana.
“Saya tak butuh sorotan berlebihan. Cukup ring tinju sebagai tempat kerja saya. Tinju membuat saya tetap membumi,” ujarnya.
Sebagai amatir, ia mengoleksi 24 kemenangan tanpa kalah (11 KO) serta deretan emas di berbagai kejuaraan, termasuk level dunia junior. Sejak debut profesional tahun 2023, catatan tak terkalahkannya masih terjaga dengan 11 KO dari 13 laga.
Dengan dukungan promotor besar, nama Tyson Fury, hingga panggung megah Arab Saudi, Itauma tampak berada di jalur pasti untuk menjadi bintang baru yang mengguncang divisi kelas berat dunia.

Tinggalkan Balasan