Pilar Minta Proyek Penanganan Banjir Selesai November 2026
TANGSEL – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan meninjau tiga titik proyek pembangunan turap dan pompa di Pasar Ceger, pembangunan turap di Taman Mangu Indah, serta pembangunan turap di Pondok Safari.
Peninjauan proyek infrastruktur penanganan banjir di wilayah Pondok Aren tersebut untuk memastikan pekerjaan pembangunan turap dan pompa berjalan sesuai perencanaan serta dapat rampung tepat waktu.
“Untuk Taman Mangu Indah itu berseberangan dengan Pasar Ceger. Kita lakukan peninjauan sekitar tahun lalu, permasalahannya sudah diidentifikasi, kita buat perencanaan di tahun 2025, lalu pelaksanaannya di tahun 2026 ini,”katanya, Kamis (8/10/2026).
Pilar mengatakan, proyek pekerjaan di Taman Mangu Indah telah mencapai sekitar 90 persen. Penanganan dilakukan melalui pembangunan turap beton untuk menggantikan turap batu kali, rekondisi jalan beton, serta penyiapan pompa.
“Di Taman Mangu Indah itu mungkin sudah 90 persen. Target selesai di akhir tahun ini, tapi di bulan November ini saya rasa sudah selesai,” katanya, Kamis (8/10/2026).
Pilar menambahkan, Pemkot Tangsel masih membuka kemungkinan penambahan pompa di bagian depan kawasan Taman Mangu Indah apabila kondisi dan anggaran memungkinkan.
“Bila dimungkinkan, kita tambahkan pompa untuk bagian depan, karena di belakang kawasan itu sudah ada beberapa pompa. Mungkin nanti ke depan kita anggarkan lagi untuk penambahan pompa,” ujarnya.
Untuk turap Pondok Safari, Pilar menegaskan bahwa pekerjaan turap telah rampung 100 persen. Pilar memperkirakan pekerjaan di lokasi lainnya, termasuk Taman Mangu Indah, dapat selesai lebih cepat dari target akhir tahun, yakni sekitar November 2026.
“Kalau turap Pondok Safari sudah rampung 100 persen,” tegasnya.
Pilar mengungkalkan, penanganan banjir tidak cukup hanya melalui pembangunan turap dan pemasangan pompa. Kebersihan serta kondisi aliran sungai juga perlu dijaga agar sistem drainase dapat berfungsi optimal, terutama saat musim penghujan.
“Saya harap kewilayahan sama-sama bisa menggerakkan warganya untuk membersihkan kali di lingkungan, supaya saat musim penghujan tidak tersendat. Walaupun turapnya sudah kita naikkan, lebih baik kondisi kalinya dinormalisasi supaya bersih,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan