8 Kecamatan di Kota Tangerang Masuk Zona Rawan Kekeringan hingga September 2026

F-H F-H
Surutnya aliran Sungai Cisadane

WARTAXPRESS.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menetapkan delapan kecamatan di Kota Tangerang sebagai wilayah prioritas pengawasan rawan kekeringan selama musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga September 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan, pemetaan wilayah kekeringan tersebut disusun berdasarkan kajian hidrometeorologi sebagai dasar kesiapsiagaan seluruh perangkat daerah dan instansi terkait.

“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholder agar langkah antisipasi dapat dilakukan sejak dini. Wilayah yang menjadi prioritas akan dipantau secara berkala, baik kondisi ketersediaan air maupun potensi kebakaran,” ujar Mahdiar.

Dalam rapat koordinasi, Kota Tangerang dibagi menjadi tiga zona pengawasan.

Zona pertama meliputi Kecamatan Batuceper, Neglasari, dan Cipondoh yang menjadi fokus utama pengawasan selama musim kemarau.

“Sementara Zona kedua mencakup Kecamatan Jatiuwung dan Cibodas. Adapun Zona ketiga meliputi Kecamatan Pinang, Ciledug dan Karang Tengah,” papar Mahdiar dalam keterangannya, Rabu 5 Agustus 2026.

Untuk mengantisipasi kekeringan, Pemkot Tangerang menyiapkan berbagai langkah mitigasi.

TNI melalui Koramil menyediakan delapan unit mobil tangki air bersih yang dapat didistribusikan kepada masyarakat jika terjadi kekurangan pasokan air.

Di sisi lain, Polres Metro Tangerang Kota menyiagakan 95 personel di seluruh Polsek beserta kendaraan Armoured Water Cannon (AWC) guna mendukung penanganan kebakaran.

“Di sektor pelayanan air bersih, Perumda Tirta Benteng memastikan pasokan air bagi masyarakat tetap aman. Saat ini sekitar 99 persen sumber air baku masih mengandalkan Sungai Cisadane. Meski debit air mengalami penurunan sekitar lima persen akibat musim kemarau, kualitas dan ketersediaannya masih mencukupi kebutuhan pelanggan,” jelas Mahdiar.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang juga menyiapkan 30 unit tandon air untuk mendukung distribusi air bersih serta penanganan kebakaran.

“Selain itu, jaringan hydrant di berbagai wilayah terus dipastikan berfungsi optimal untuk mendukung perlindungan permukiman dan fasilitas umum,” katanya.

Berdasarkan analisis BMKG, Kota Tangerang masih berada dalam periode musim kemarau dengan curah hujan yang diperkirakan rendah hingga September 2026.

Kondisi tersebut diperkuat oleh fenomena El Nino yang masih aktif dan meningkatkan potensi terjadinya kekeringan meteorologis di sejumlah wilayah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup