Pemkot Tangsel Blacklist Penyelenggara Fun Walk & Run Festival Usai Tuai Keluhan Peserta

F-H F-H
Para peserta Fun Walk & Run Festival melayangkan protes kepada pihak penyelenggara karena ketidaksesuaian fasilitas dan perlengkapan. Doc. Istimewa

WARTAXPRESS.com- Pemerintah Kota (Pemkot)Tangerang Selatan (Tangsel) memutuskan memasukkan penyelenggara Fun Walk & Run Festival ke dalam daftar hitam atau blacklist setelah pelaksanaan acara menuai banyak keluhan dari peserta.

Keputusan tersebut diambil menyusul berbagai persoalan yang terjadi, mulai dari perubahan jadwal pengambilan race pack, perlengkapan yang tidak sesuai, hingga fasilitas yang dinilai tidak sama dengan promosi.

Kepala Bidang Keolahragaan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangsel Deden Umaidi menegaskan, kegiatan tersebut bukan merupakan agenda Pemerintah Kota Tangerang Selatan maupun Dispora.

“Benar bahwa sebelumnya pihak penyelenggara telah mengajukan permohonan perizinan kepada Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Tangerang Selatan serta Polres Tangerang Selatan untuk menyelenggarakan kegiatan fun run di wilayah Kota Tangerang Selatan. Namun kegiatan ini bukan merupakan kegiatan Pemerintah Kota Tangerang Selatan, tidak diinisiasi oleh Dispora, serta tidak menggunakan APBD Kota Tangerang Selatan,” ujar Deden.

Polemik bermula saat ratusan hingga ribuan peserta mengikuti Fun Walk & Run Festival di depan ITC BSD, Serpong, Minggu, 2 Agustus 2026.

Salah satu peserta, Amelia Yahya, mengaku kendala sudah terjadi sejak proses pengambilan race pack.

Awalnya, pengambilan dijadwalkan pada Jumat, 31Juli 2026 dan Sabtu, 1 Agustus 2026, namun hari pertama dibatalkan sehingga seluruh peserta harus datang pada Sabtu.

“Awal mula Tangsel Fun Walk & Run ini dua hari pengambilan race pack. Tapi tiba-tiba di hari H pada hari Jumat berubah. Race pack cuma bisa diambil di hari Sabtu,” kata Amelia kepada dikutip dari Wartakota.live, Senin 3 Agustus 2026.

Menurut Amelia, saat tiba di lokasi, panitia menyampaikan stok perlengkapan habis sehingga peserta diminta kembali pada malam hari.

Setelah menerima race pack, ukuran jersey yang diperoleh juga tidak sesuai dengan pesanan.

Kekecewaan peserta berlanjut ketika sejumlah fasilitas yang dipromosikan, seperti medali finisher, bintang tamu, dan doorprize, disebut tidak tersedia saat acara berlangsung.

“Di Instagram diinformasikan ada medali pas finis. Ada bintang tamu juga. Nyatanya enggak ada. Doorprize-nya juga di Instagram ada fotonya, nyatanya enggak ada,” ujarnya.

Keluhan juga disampaikan peserta lain, Sha Heksa. Ia menilai penyelenggaraan acara tidak dipersiapkan dengan baik.

“Lari juga kita lari sendiri, enggak ada panitia. Pas sampai finis medali belum datang katanya sampai Cipularang,” kata Sha.

Menanggapi polemik tersebut, Deden menyatakan Dispora Tangsel akan melakukan evaluasi terhadap mekanisme pemberian rekomendasi kegiatan olahraga agar kejadian serupa tidak terulang.

Selain itu, Pemkot Tangsel akan memanggil pihak penyelenggara untuk meminta penjelasan dan pertanggungjawaban atas berbagai persoalan yang muncul.

Menurutnya, pelaksanaan kegiatan tidak berjalan sesuai rencana yang sebelumnya disampaikan kepada pemerintah.

Sebagai sanksi, Pemkot Tangsel memastikan penyelenggara tidak akan lagi diberikan izin menggelar kegiatan olahraga di wilayah Kota Tangerang Selatan.

“Penyelenggara akan kami masukkan ke dalam daftar hitam atau blacklist sehingga tidak lagi diberikan izin untuk menyelenggarakan kegiatan olahraga di Kota Tangerang Selatan dengan ketentuan dan kewenangan yang berlaku,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup