ESDM Hitung Ulang Harga BBM Pertamax, Berpeluang Turun
WARTAXPRESS.com- Pemerintah membuka peluang penyesuaian harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax seiring turunnya harga minyak mentah dunia.
Namun, keputusan tersebut masih menunggu hasil perhitungan harga keekonomian yang sedang dilakukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Wakil Menteri ESDM Yuliot mengatakan, evaluasi dilakukan dengan menghitung biaya pokok penyediaan (BPP) Pertamax yang dikeluarkan Pertamina, kemudian ditambah margin keuntungan sebagai dasar penentuan harga.
“Jadi nanti akan dihitung BPP (biaya pokok penyediaan)-nya Pertamina ditambah keuntungan. Nanti kami dari Kementerian ESDM akan mencoba melihat kira-kira harga yang ini keekonomiannya bagaimana,” ujar Yuliot dikutip dari Kompas, Jumat 31 Juli 2026.
Menurutnya, pergerakan harga Pertamax tidak lepas dari kondisi harga minyak mentah dunia yang masih dipengaruhi dinamika geopolitik internasional.
Karena itu, pemerintah akan melihat rata-rata harga minyak dunia sebelum menentukan perlu atau tidaknya penyesuaian harga.
Yuliot menuturkan, apabila rata-rata harga minyak dunia menunjukkan tren penurunan dibandingkan periode sebelumnya, Pertamina memiliki peluang untuk menyesuaikan harga jual Pertamax.
“Kalau potensi nanti ini harga minyak secara rata-rata turun, ya tentu dari Pertamina akan menyesuaikan harga,” kata dia.
Di pasar global, harga minyak mentah memang mengalami pelemahan pada perdagangan Selasa, 28 Juli 2026.
Mengutip Sputnik, harga minyak acuan Brent turun lebih dari 2 persen hingga berada di level 83,86 dollar AS per barel atau turun 2,34 persen dibanding penutupan sebelumnya.
Hal ini menjadi kali pertama Brent diperdagangkan di bawah 84 dollar AS per barel sejak 17 Juli 2026.
Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kontrak September juga turun 2,28 persen menjadi 80,73 dollar AS per barel.
Sebelumnya, harga minyak dunia sempat melonjak akibat meningkatnya ketegangan geopolitik.
Pada perdagangan 23 Juli 2026, harga Brent kontrak September naik 6,38 persen menjadi 100,07 dollar AS per barel, sedangkan WTI menguat 5,36 persen menjadi 91,48 dollar AS per barel.
Perubahan harga minyak mentah dunia tersebut menjadi salah satu indikator yang digunakan pemerintah dalam mengevaluasi harga keekonomian BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax.

Tinggalkan Balasan