BPBD Kota Tangerang Ingatkan Ancaman Kekeringan, Kebakaran Lahan Mulai Meningkat
WARTAXPRESS.comĀ – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mengungkapkan sebagian wilayah Kota Tangerang mulai masuk kategori rawan kekeringan seiring musim kemarau yang melanda Provinsi Banten.
Berdasarkan peringatan dini cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kecamatan Batuceper berstatus awas kekeringan, sementara empat kecamatan lainnya masuk kategori waspada kekeringan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan empat kecamatan yang berstatus waspada kekeringan yakni Benda, Cipondoh, Pinang, dan Tangerang.
“Secara umum Provinsi Banten sudah memasuki musim kemarau, termasuk Kota Tangerang. Beberapa hari lalu kami menerima surat peringatan dini cuaca dari BMKG. Ada beberapa kecamatan yang masuk kategori waspada kekeringan, yaitu Benda, Cipondoh, Pinang, dan Tangerang. Sedangkan Kecamatan Batuceper berstatus awas kekeringan,” kata Mahdiar, Kamis 30 Juli 2026.
Meski demikian, Mahdiar menyebut hingga kini BPBD belum menerima laporan dari masyarakat terkait krisis air bersih maupun wilayah yang mengalami kekurangan pasokan air.
“Secara umum kami belum mendapatkan keluhan ataupun informasi dari wilayah mengenai adanya kekurangan air dan sebagainya,” ujarnya.
Namun, kondisi cuaca panas yang terjadi dalam beberapa hari terakhir justru memicu meningkatnya kejadian kebakaran lahan kosong dan alang-alang kering.
“Beberapa hari ini kejadian kebakaran alang-alang dan lahan kosong yang cukup kering karena panas yang luar biasa mengalami peningkatan. Ini yang harus sama-sama kita waspadai,” ungkapnya.
BPBD Kota Tangerang pun terus mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat melalui media sosial maupun grup komunikasi kewilayahan yang melibatkan kelurahan dan kecamatan.
Menurut Mahdiar, langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan warga selama musim kemarau berlangsung.
Mahdiar menjelaskan penetapan status kekeringan dilakukan BMKG berdasarkan sejumlah indikator meteorologi dan kondisi geografis di masing-masing wilayah.
“Teman-teman BMKG tentu memiliki indikator tertentu, mulai dari perkembangan kondisi atmosfer hingga kondisi geografis suatu wilayah,” jelasnya.
Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dengan menggunakan air secara bijak serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
“Kami mengimbau masyarakat memanfaatkan air secara bijak, tidak melakukan pembakaran sampah, serta membersihkan rumput-rumput kering yang berpotensi menjadi sumber kebakaran,” tegas Mahdiar.
BPBD berharap langkah antisipasi tersebut dapat meminimalkan risiko kekeringan maupun kebakaran lahan selama puncak musim kemarau di Kota Tangerang.

Tinggalkan Balasan