Kemarau Ekstrem Terjang Tangerang, 20 Desa Krisis Air Bersih, Warga Rela Jalan 1 Km demi Air

Ilustrasi distribusi air bersih. Doc. Istimewa

WARTAXPRESS.com – Kemarau ekstrem yang melanda Kabupaten Tangerang, Banten, memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah. Hingga Kamis (30/7/2026), sedikitnya 20 desa di 10 kecamatan terdampak kekeringan dan mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Kondisi tersebut membuat ribuan warga bergantung pada bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mandi, mencuci, hingga kebutuhan sanitasi lainnya.

Di Kecamatan Panongan, ratusan warga tampak memadati lokasi pendistribusian air bersih yang disalurkan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang. Mereka membawa berbagai wadah, mulai dari galon bekas air mineral, ember, hingga tong berukuran besar untuk menampung air.

Salah seorang warga, Siti Suhaeriyah, mengaku sudah hampir tiga bulan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih karena sumur bor dan sumur timba di lingkungan tempat tinggalnya mengering.

“Sudah hampir tiga bulan sumur kering. Untuk mandi, cuci piring, dan cuci baju kami ambil air dari sumur tua yang jaraknya sekitar satu kilometer. Kalau untuk masak harus beli air galon, seminggu bisa empat galon. Alhamdulillah sekarang ada bantuan air bersih,” ujar Siti.

Akibat kondisi tersebut, warga harus berjalan sekitar satu kilometer hanya untuk mengambil air dari sumur yang masih memiliki debit air. Sementara untuk kebutuhan memasak dan minum, mereka terpaksa membeli air galon sehingga menambah beban pengeluaran keluarga.

Wakil Ketua Bidang Organisasi PMI Kabupaten Tangerang, Deden Umardani, mengatakan dampak kemarau ekstrem terus meluas. Saat ini sedikitnya 20 desa yang tersebar di 10 kecamatan mengalami krisis air bersih.

Untuk memenuhi kebutuhan warga, PMI mengerahkan sejumlah mobil tangki guna mendistribusikan air bersih ke lokasi terdampak. Volume distribusi disesuaikan dengan jarak sumber pengambilan air.

“Rata-rata distribusi sekitar 10 ribu liter per hari untuk titik yang jauh. Jika lokasi pengambilan air lebih dekat, distribusi bisa mencapai 20 ribu liter per hari. Total air bersih yang telah disalurkan hampir mencapai 200 ribu liter,” kata Deden.

PMI juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk memastikan ketersediaan sumber air serta memperluas jangkauan distribusi bantuan ke wilayah yang masih mengalami kekeringan.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, lebih dari 20 kecamatan berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau tahun ini.

Pemerintah Kabupaten Tangerang mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air bersih serta segera melaporkan wilayah yang mengalami kesulitan air agar penanganan dapat dilakukan secepatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup