Krisis Air Bersih, PMI Kirim 10.000 Liter Air Bersih per Hari ke Puskesmas Panongan

Gara Dedi Nurhaedi

KAB TANGERANG, WARTAXPRESS.COM – Musim kemarau yang telah berlangsung hampir dua bulan mulai berdampak pada pelayanan publik di Kabupaten Tangerang. UPT Puskesmas Panongan mengalami krisis air bersih selama dua pekan terakhir akibat menurunnya debit air sumur yang menjadi sumber utama kebutuhan operasional.

Kondisi tersebut membuat aktivitas pelayanan kesehatan terganggu. Air bersih yang dibutuhkan untuk sanitasi, kebersihan ruangan, hingga tindakan medis, termasuk proses persalinan, menjadi sangat terbatas.

Pegawai Tata Usaha UPT Puskesmas Panongan, Zainal Abidin, mengatakan kebutuhan air di puskesmas mencapai sekitar 7.000 liter setiap hari.

Namun, musim kemarau menyebabkan debit air sumur terus menyusut, sementara sumber air di sekitar lokasi juga terbatas.

“Selama dua minggu terakhir kami mengalami kesulitan air bersih. Padahal kebutuhan air sangat besar untuk menunjang pelayanan pasien, kebersihan, hingga proses persalinan,” ujar Zainal.

Untuk menjaga pelayanan tetap berjalan, pihak puskesmas menerapkan penghematan penggunaan air sambil berkoordinasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Perumda agar mendapat bantuan pasokan air bersih.

Merespons kondisi tersebut, PMI Kabupaten Tangerang menyalurkan bantuan sebanyak 10.000 liter air bersih ke Puskesmas Panongan.

Bantuan itu diberikan sesuai permintaan pihak puskesmas dan direncanakan akan dikirim setiap hari selama kebutuhan air masih tinggi.

Petugas PMI Kabupaten Tangerang, Chandra, mengatakan pihaknya siap mendistribusikan air bersih ke wilayah lain yang terdampak kekeringan selama ada permohonan resmi dari instansi atau masyarakat.

“Kami siap membantu distribusi air bersih bagi wilayah yang mengalami kekeringan. Selama ada pengajuan, kami akan berupaya memenuhi kebutuhan sesuai kemampuan yang ada,” kata Chandra.

Dengan tambahan pasokan air bersih tersebut, pelayanan kesehatan di Puskesmas Panongan diharapkan tetap berjalan normal meski wilayah Kabupaten Tangerang masih dilanda musim kemarau yang menyebabkan berkurangnya ketersediaan air bersih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup