Pedal Padel Indonesia Minta Maaf, Tegaskan Dugaan Penyekapan Bukan Perintah Manajemen
WARTAXPREES.com — Polemik dugaan penyekapan karyawan di lingkungan usaha olahraga raket kembali menjadi sorotan publik setelah pihak Pedal Padel Indonesia akhirnya angkat bicara secara resmi.
Manajemen menegaskan bahwa insiden yang menyeret sejumlah karyawan tersebut bukan merupakan instruksi, arahan, ataupun kebijakan perusahaan.
Dalam pernyataan terbuka yang disampaikan melalui akun resmi media sosial mereka pada Senin (29/6/2026), pihak manajemen menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas kegaduhan yang terjadi, sekaligus menegaskan komitmen untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
“Pedal Padel Indonesia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas insiden yang diduga melibatkan beberapa karyawan kami yang saat ini sedang dalam proses hukum,” demikian pernyataan resmi manajemen.
Manajemen juga menepis anggapan bahwa tindakan para karyawan yang diduga melakukan penyekapan terhadap rekan kerja yang dituduh mengambil aset perusahaan merupakan kebijakan internal perusahaan.
Mereka menegaskan tidak pernah mengetahui, memerintahkan, maupun menyetujui tindakan tersebut dalam bentuk apa pun.
“Perbuatan yang diduga dilakukan oleh beberapa oknum karyawan tersebut sama sekali tidak diketahui, tidak diperintahkan, dan tidak disetujui oleh pihak manajemen maupun pemilik usaha,” lanjut keterangan tersebut.
Sebelumnya, pihak perusahaan menjelaskan bahwa terdapat proses pemeriksaan internal terkait dugaan penyalahgunaan aset, yang kemudian berlanjut ke pelaporan kepada aparat penegak hukum.
Namun manajemen menegaskan bahwa proses internal tersebut tidak dapat dijadikan alasan pembenaran atas tindakan kekerasan atau dugaan penyekapan.
“Apapun latar belakangnya, tidak ada alasan yang dapat membenarkan tindakan yang melanggar hukum dan merendahkan martabat manusia,” tegas pihak manajemen dalam pernyataan lanjutan.
Lebih jauh, Pedal Padel Indonesia menyatakan dukungan penuh terhadap proses hukum yang sedang dilakukan kepolisian.
Perusahaan juga berkomitmen untuk bersikap kooperatif dalam memberikan keterangan dan data yang dibutuhkan demi terangnya kasus ini.
“Kami sepenuhnya mendukung proses hukum yang sedang berjalan dan akan kooperatif penuh dengan pihak kepolisian. Kami percaya semua pelanggaran harus diselesaikan melalui jalur hukum yang adil,” ujar manajemen.
Di sisi lain, pihak perusahaan juga menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap semua pihak yang terdampak dalam peristiwa ini, termasuk karyawan yang menjadi korban dugaan penyekapan.
Mereka menegaskan pentingnya menjunjung tinggi hak asasi manusia dalam setiap lingkungan kerja.
“Tidak seorang pun berhak diperlakukan dengan cara yang merendahkan martabat manusia,” tulis manajemen dalam penutup pernyataannya.
Kasus ini kini tengah dalam penanganan aparat kepolisian dan masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap peran masing-masing pihak yang terlibat.

Tinggalkan Balasan