Mahasiswa Diminta Jadi Benteng Pertama Lawan Narkoba, GRANAT: Pencegahan Lebih Efektif daripada Penindakan
WARTAXPRESS.comĀ – Peredaran dan penyalahgunaan narkoba masih menjadi ancaman serius bagi generasi muda Indonesia. Karena itu, mahasiswa didorong untuk mengambil peran lebih aktif sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan narkotika di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Pesan tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional bertajuk “Mahasiswa Cerdas dan Berintegritas: Menjaga Indonesia Bebas Narkoba” yang digelar Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) di Universitas Pelita Harapan (UPH), Tangerang, Selasa (24/6/2026).
Ketua Umum GRANAT, Henry Yosodiningrat, menegaskan bahwa perang melawan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum. Menurutnya, langkah paling efektif adalah membangun kesadaran masyarakat agar menolak narkoba sejak dini.
“Selama masih ada permintaan dari pengguna, peredaran narkoba akan terus berlangsung. Karena itu, pencegahan harus menjadi prioritas utama,” kata Henry di hadapan ratusan peserta seminar.
Ia menjelaskan, berbagai upaya mulai dari pengawasan jalur masuk narkotika hingga pemberantasan jaringan pengedar memang terus dilakukan. Namun, angka penyalahgunaan masih menunjukkan kondisi yang memprihatinkan.
Menurut Henry, edukasi yang berkelanjutan menjadi kunci untuk memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba. Banyak kasus menunjukkan seseorang awalnya hanya mencoba-coba, tetapi kemudian terjerat ketergantungan yang sulit dihentikan.
“Ketika generasi muda memahami dampak buruk narkoba terhadap kesehatan, masa depan, dan kehidupan sosialnya, mereka akan lebih mampu mengatakan tidak pada narkoba,” ujarnya.
Untuk memperluas gerakan pencegahan, GRANAT terus mengaktifkan jaringan organisasi hingga tingkat daerah dan kecamatan. Sosialisasi dilakukan melalui penyuluhan, kampanye kreatif, serta program edukasi yang menyasar pelajar, mahasiswa, keluarga, hingga masyarakat di wilayah terpencil.
Sementara itu, penyelenggara kegiatan, Renaldy Youbella Suryawinata, menilai mahasiswa merupakan kelompok strategis dalam membangun kesadaran kolektif tentang bahaya narkoba.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks. Akses terhadap obat-obatan terlarang semakin mudah, sementara pengaruh lingkungan pergaulan juga semakin terbuka.
“Mahasiswa harus menjadi agen perubahan yang mampu memberikan contoh positif di lingkungan sekitarnya,” ujar Renaldy.
Ia berharap seminar tersebut tidak hanya menambah wawasan peserta, tetapi juga mendorong lahirnya gerakan nyata anti narkoba di kalangan mahasiswa.
Ke depan, pihak kampus berkomitmen menghadirkan berbagai program penyuluhan dan kampanye anti narkoba secara berkelanjutan guna menciptakan lingkungan akademik yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan zat terlarang.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menjadi pelopor gaya hidup sehat sekaligus menyebarkan pesan bahaya narkoba kepada masyarakat luas demi mewujudkan generasi Indonesia yang unggul, berintegritas, dan bebas narkoba.

Tinggalkan Balasan