TANGERANG, WARTAXPRESS.com – Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan menegaskan akan menindak tegas pelaku penimbunan, pengoplosan, dan pemalsuan produk pangan, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri.

Kepala Posko Satgas Pangan Bareskrim Polri Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho mengatakan para pelaku dapat dijerat dengan hukuman pidana lebih dari lima tahun penjara.

“Kalau melakukan pelanggaran, sengaja menimbun dengan harapan nanti harganya bisa naik, terjadi kelangkaan, itu akan ditindaklanjuti dengan pidana langsung, kejahatan,” ujar Zain dalam keterangannya. Selasa 17 Febuari 2026.

Ia menegaskan sanksi tegas tersebut bertujuan untuk mencegah kerugian konsumen sekaligus menjaga stabilitas harga dan pasokan di pasaran.

Satgas Pangan Polri, lanjut dia, terus melakukan monitoring dan pendampingan bersama sejumlah instansi terkait, seperti Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kementerian Perdagangan, serta pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.

Menurut Zain, pengawasan diperketat untuk memastikan pasokan bahan pangan tetap lancar dan harga stabil menjelang hari besar keagamaan. Satgas juga mengimbau para pedagang agar menjual komoditas sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun Harga Acuan Penjualan (HAP).

“Kita berharap menjelang puasa Ramadhan dan Idul Fitri ini pasokan terus lancar, harga tetap stabil. Kami terus melakukan upaya-upaya imbauan kepada para pedagang agar menjual sesuai ketentuan,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan momentum peningkatan permintaan dengan melakukan penimbunan atau menaikkan harga secara tidak wajar.

Terkait perkembangan harga, Zain menyebut komoditas yang saat ini mengalami kenaikan cukup signifikan adalah cabai rawit merah. Kenaikan tersebut diduga dipengaruhi faktor cuaca serta berkurangnya aktivitas panen petani menjelang Ramadhan.

“Memang harga cabai rawit merah agak naik. Kemungkinan karena cuaca dan menjelang bulan puasa banyak petani yang libur. Saat musim penghujan juga petani lebih berhati-hati untuk panen,” ujarnya.

Ia berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga distribusi dari daerah sentra produksi ke wilayah defisit dapat berjalan lancar dan harga kembali stabil.

Satgas Pangan Polri memastikan akan terus melakukan pengawasan intensif guna mencegah praktik-praktik yang merugikan masyarakat serta menjaga ketersediaan bahan pokok di seluruh wilayah.