TANGSEL , WARTAXPRESS.com – Ketua Fraksi PSI DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Alex Prabu, menerima kunjungan edukasi (outdoor learning) dari 360 siswa kelas X SMAN 12 Tangsel di Gedung DPRD Tangsel.

Dalam pertemuan bertema demokrasi tersebut, para pelajar melontarkan berbagai pertanyaan kritis mulai dari isu kesehatan, pendidikan, hingga ketimpangan pembangunan infrastruktur di wilayah Tangsel.

Alex Prabu memaparkan materi mengenai fungsi kelembagaan DPRD serta capaian Fraksi PSI dalam periode 2019 hingga 2026. Namun, suasana diskusi menjadi dinamis saat para siswa mulai mempertanyakan keberpihakan wakil rakyat terhadap masyarakat kecil.

Komitmen Terhadap Layanan Kesehatan dan Pendidikan

Menanggapi keluhan siswa mengenai adanya penolakan kepesertaan BPJS bagi warga kurang mampu, Alex menegaskan bahwa hal tersebut tidak boleh terjadi di Tangerang Selatan.

“Tidak boleh ada penolakan kepesertaan BPJS bagi warga yang kurang mampu, kalau ada segera laporkan ke Fraksi PSI,” tegas Alex di hadapan para siswa dan guru.

Selain kesehatan, masalah perlindungan anak di lingkungan sekolah juga menjadi sorotan tajam. Alex menyatakan sikap tanpa kompromi terhadap pelaku kekerasan seksual di instansi pendidikan.

“Pelecehan seksual di SD, SMP dan SMA di Tangsel tidak boleh lagi terjadi, karena akan merusak moral dan mental anak-anak muda. Pelaku harus dikeluarkan dari sekolah dan dihukum seberat-beratnya,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa akses pendidikan harus merata tanpa terhalang biaya. “Tidak boleh ada anak yang tidak bisa sekolah karena masalah ekonomi,” tambah legislator dari dapil Serpong-Setu tersebut.

Menjawab Ketimpangan Pembangunan

Para siswa juga menyoroti fenomena “dua wajah” pembangunan di Tangsel, yakni ketimpangan fasilitas antara kawasan yang dikelola pengembang swasta besar dengan wilayah pemukiman yang tidak memiliki pengembang.

Alex menjelaskan bahwa pengawalan anggaran terus dilakukan untuk memastikan kesejahteraan menyentuh seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang kelompok tertentu.

“Kinerja anggota DPRD Tangsel sejauh ini banyak sekali kegiatan RDPU, raker kemitraan, turun ke lapangan dan pengawalan anggaran. Kami memastikan semua anggaran diutamakan untuk kesejahteraan masyarakat mengacu pada visi dan misi kepala daerah,” jelasnya.

Terkait desakan siswa agar DPRD bekerja secara transparan dan akuntabel, Alex menyambut baik masukan tersebut sebagai bagian dari fungsi kontrol masyarakat.

“Itu harus dan wajib bagi anggota DPRD agar transparan dalam setiap penggunaan anggaran,” kata Alex.

Ia juga menjamin bahwa aspirasi yang dijaring melalui masa reses akan diperjuangkan secara maksimal.

“Fraksi PSI memastikan semua aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat melalui reses dapat dipastikan akan terealisasikan sesuai dengan keinginan masyarakat.”Ungkapnya.

Apresiasi Generasi Kritis

Di akhir sesi, Alex mengaku terkesan dengan kedewasaan berpikir para siswa SMAN 12 Tangsel dalam melihat persoalan kota. Menurutnya, kepedulian pelajar terhadap pembangunan fisik maupun nonfisik adalah modal kuat bagi demokrasi di masa depan.

“Anak-anak SMAN 12 sangat kritis dan peduli terhadap pembangunan di daerah mereka,” pungkasnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman praktis bagi generasi muda mengenai peran legislatif dalam menjaga keseimbangan antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan riil warga di lapangan.