KOTA TANGERANG, WARTAXPRESS.com — Sebanyak 165.000 sambungan pelanggan air bersih milik Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang sempat mengalami gangguan distribusi akibat indikasi pencemaran cairan kimia pada sumber air baku, Selasa 10 Febuari 2026.

Direktur Teknik Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang, Joko Surana, mengatakan pihaknya terpaksa menghentikan sementara operasional instalasi pengolahan air guna mengantisipasi risiko terhadap kesehatan masyarakat.

“Betul Pak, saat ini di kota Tangerang, kami selaku operator yang membidangi air bersih yaitu Perum Daerah Kota Benteng, semalam sempat kami hentikan operasi. Jadi, air ini terindikasi tercemar, ini bisa kita lihat semalam itu dan kita rasakan bau yang menyengat, namun kita belum tahu ini dari material apa, dari bahan kimia apa,” kata Joko, kepada awak media.

Menurut dia, informasi awal mengenai pencemaran tersebut diperoleh dari laporan masyarakat di media sosial yang menyebutkan adanya bau menyengat dan banyak ikan mati di kawasan Cikokol.

“kita mendapat info dari sosial media bahwasanya di Cikokol itu banyak ikan mati dan bau menyengat. Akhirnya kita antisipasi, kita pantau per lima belas sampai tiga puluh menit memastikan kualitas air baku yang menjadi, air baku produksi air untuk masyarakat kota, kita pastikan aman,” ujarnya.

Joko menjelaskan, bau menyengat terdeteksi secara langsung di depan bangunan Sadap Intek, sehingga perusahaan mengambil langkah cepat dengan menghentikan produksi air.

“Jadi, kurang lebih jam sebelas, eh, bau menyengat itu persis di depan bangunan Sadap Intek kami. Akhirnya untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan untuk masyarakat kota, instalasi pengolahan air kami hentikan,” katanya.

Akibat penghentian tersebut, distribusi air bersih terganggu mulai pukul 23.00 WIB hingga 06.00 WIB tadi pagi.

“Jadi ada 165.000 sambungan langganan terganggu alirannya dari jam 23.00-06.00 wib,” tutur Joko.

Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan pada pagi hari, hasil uji menunjukkan kualitas air telah kembali memenuhi standar.

“Ya, jam enam itu kami cek air baku, beberapa parameter secara fisika dan kimia memenuhi syarat untuk air minum. Dan kami uji coba melakukan produksi air dan hasilnya, eh, sudah memenuhi syarat,” jelasnya.

Ia memastikan saat ini distribusi air bersih telah kembali normal dan aman untuk digunakan masyarakat.

“Sudah kembali normal dan kami pastikan hasil olahan Perum Daerah Kota Benteng aman dan layak dikonsumsi untuk masyarakat Kota Tangerang,” kata Joko.

Perumda Tirta Benteng terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menelusuri sumber pencemaran dan mencegah kejadian serupa terulang.