TANGSEL, WARTAXPRESS.com – Komando Resor Militer (Korem) 052/Wijayakrama bersama Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar karya bakti terpadu berupa aksi pembersihan sampah secara masif guna mengatasi status darurat sampah di wilayah tersebut.

Operasi yang melibatkan Polri, PT Agrinas Pangan Nusantara, serta berbagai elemen masyarakat ini dimulai dengan apel gelar pasukan untuk memastikan penanganan masalah lingkungan ini berjalan terintegrasi.

Danrem 052/Wijayakrama Brigjen TNI Faisal Rizal menegaskan bahwa keterlibatan TNI bertujuan memastikan solusi darurat berjalan aman dan berkelanjutan, sekaligus memberikan edukasi kepada warga.

“Sehingga harapannya bagi masyarakat tidak asal membuang sampah sembarangan, tapi pada tempat sampah yang telah ditentukan,” ujar Faisal dalam keterangan tertulis yang diterima di Tangerang Selatan, Minggu.

Faisal menjelaskan, operasi yang dilaksanakan sejak Sabtu (31/1) ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam mengatasi persoalan krusial di masyarakat. Selama tiga minggu terakhir, pihaknya telah menyisir tumpukan sampah di jalan protokol dan permukiman untuk dipindahkan ke Tempat Penampungan Sementara (TPS).

“Di TPS ini adalah sampah-sampah yang berada di jalan-jalan sudah kita masukkan ke TPS-TPS. Nanti dari TPS baru kita angkat menuju ke TPA,” katanya.

Sebanyak 1.200 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, Pramuka, hingga relawan dikerahkan dalam aksi ini. Selain itu, 30 armada truk disiagakan untuk mengurai penumpukan di titik-titik krusial, termasuk pengawalan pengangkutan menuju TPA Cilowong.

“Kemarin kalau kita lihat di pinggir-pinggir jalan itu banyak sampah, itu sudah kita angkut menuju ke TPS-TPS,” tambah Faisal.

Optimalisasi Pembuangan ke TPA Cilowong

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengungkapkan bahwa Pemkot telah menambah kekuatan armada angkut. Sebanyak 27 truk milik daerah dan 42 truk transporter pihak ketiga dikerahkan dengan standar khusus agar tidak meninggalkan lindi (cairan sampah) di jalanan.

Benyamin menyebutkan intensitas pengiriman sampah ke TPA Cilowong meningkat tajam sejak Januari lalu, dari semula 10 truk menjadi 70 truk per hari dengan total volume mencapai 280 ton.

“Karena kita kerjasama maksimal itu 400 ton per hari. Jadi berapapun sampah yang ada, ritasinya nanti kita atur apa ke satu rit atau ke dua rit, itu semuanya dibawa ke TPA Cilowong,” papar Benyamin.

Sebagai solusi jangka panjang, Benyamin mendorong gerakan pembuatan lubang biopori secara massal di tingkat rumah tangga untuk menekan volume sampah organik.

“Saya sudah menggerakkan, mudah-mudahan 10-20 ribu lubang biopori se-Tangerang Selatan bisa dibuat di titik-titik rumah masing-masing warga. Mesinnya sudah kita siapkan di setiap kelurahan,” ujarnya.

Menurut hitungan teknis, gerakan biopori ini diproyeksikan mampu mengurangi beban sampah kota hingga 100 ton per hari. Benyamin menekankan bahwa partisipasi aktif masyarakat adalah kunci utama agar Tangerang Selatan keluar dari kondisi darurat sampah.