BANTEN , WARTAXPRESS.com – Puluhan warga yang bermukim di sekitar kawasan PT Vopak Indonesia, Desa Gerem, harus mendapatkan perawatan medis setelah terpapar gas kimia yang diduga berasal dari kebocoran asam nitrat pada Sabtu siang, 31 Januari 2026.

Kepanikan warga tak terelakkan ketika kepulan asap tebal berwarna kuning terlihat menyebar dari area operasional perusahaan penyimpanan bahan kimia cair curah tersebut.

Bau menyengat yang menyertai asap itu langsung menimbulkan gangguan kesehatan bagi warga sekitar.

Sejumlah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan jelas asap kuning keluar dari kawasan PT Vopak Indonesia. Dalam unggahan akun X @WeatherMonitors disebutkan sekitar 30 warga terpaksa dilarikan ke rumah sakit akibat insiden tersebut.

Warga yang terpapar mengeluhkan berbagai gejala, mulai dari mual, pusing, hingga sesak napas. Beberapa korban harus segera mendapat penanganan intensif di fasilitas kesehatan terdekat karena kondisi yang cukup serius.

Menanggapi kejadian itu, Wali Kota Cilegon Robinsar langsung turun tangan dan meminta dilakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab kebocoran gas.

Pemerintah Kota Cilegon menegaskan tidak akan memberi toleransi terhadap kelalaian yang membahayakan keselamatan warga.

“Jika terjadi kesalahan atau human error, kami akan proses sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” terang Robinsar sebagaimana dikutip dari radarbanten.co.id.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon, Suhendi, membenarkan adanya kebocoran gas yang berdampak langsung pada lingkungan sekitar kawasan industri. Menurutnya, BPBD telah melakukan pemantauan awal dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait.

Namun hingga saat ini, BPBD masih menunggu keterangan resmi dari PT Vopak Indonesia mengenai kronologi kejadian dan langkah penanganan yang dilakukan.

Informasi sementara menyebutkan bahwa insiden tersebut tengah ditangani oleh tim Health, Safety, and Environment (HSE) perusahaan.

Di sisi lain, kekhawatiran warga terus meningkat. Salah seorang warga setempat, M. Muachir, mengaku panik setelah mengetahui beberapa tetangganya mengalami gangguan kesehatan akibat paparan gas tersebut.

Muachir bahkan mempertimbangkan untuk mengungsikan keluarganya sementara waktu karena lokasi rumahnya yang berdekatan dengan kawasan industri.

Warga berharap pemerintah daerah dan pihak perusahaan segera mengambil langkah nyata untuk menjamin keselamatan lingkungan dan mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.