Polisi Ungkap Asal Ledakan Pasar Cimanggis dari Ruang Pematangan Pisang

F-H F-H F-H
PMI Tangsel memberikan pertolongan kepada korban ledakan di pasar Cimanggis Ciputat.

WARTAXPRESS.com- Hasil penyelidikan ledakan di Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, mulai mengerucut ke sebuah ruangan yang digunakan untuk mempercepat pematangan pisang.

Tim gabungan menemukan tabung gas etilen berkapasitas 52 kilogram, potongan selang penyalur gas, serta dinamo kipas di lokasi kejadian.

Kabid Balmetfor Puslabfor Bareskrim Polri AKBP Jakaria Sembiring menjelaskan, ruangan tersebut dikenal sebagai ripening room, yakni tempat untuk mematangkan buah pisang agar matang lebih cepat dan merata.

“Yang pertama kita menemukan ada sebuah tabung gas isi 52 kilo, itu tabung gas etilen ya, gas etilen. Kemudian kita juga menemukan potongan selang, selang untuk menyalurkan gas etilen tersebut ke ruangan ripening ya, ripening ini adalah ruangan untuk mematangkan buah pisang agar cepat matang dan dia bisa matang merata,” ujarnya dikutip dari Detikcom, Jumat 16 Oktober 2026.

Selain tabung gas dan selang, petugas menemukan dinamo yang diduga berasal dari kipas.

Komponen tersebut mengalami kerusakan dan masih diperiksa untuk mengetahui kemungkinan keterkaitannya dengan ledakan.

“Kemudian kami juga menemukan ada satu buah dinamo, dinamo itu kemungkinan dari fan yang sudah terpecah di situ ya, sudah rusak yang ada di situ,” katanya.

Jakaria menjelaskan, dinamo yang mengalami korsleting atau kerusakan berpotensi menimbulkan percikan api.

Namun, penyebab pasti ledakan belum dapat dipastikan karena pemeriksaan terhadap komponen tersebut masih berlangsung.

“Kemudian komponen dari dinamo itu sendiri, biasanya kalau dinamonya itu sudah memang ada korslet atau rusak bisa menimbulkan percikan api berarti seharusnya dia ada kerusakan, tapi kalau nanti masih bagus berarti mungkin dari faktor lain,” imbuhnya.

Menurut Jakaria, kerusakan paling parah ditemukan pada ruko berdinding krem di bagian tengah.

Berdasarkan temuan sementara, titik pusat ledakan berada di ruangan pematangan pisang tersebut.

“Yang jelas temuan hari ini sudah lebih mengerucut bahwa pusat ledakannya berada di dalam satu ruangan ripening untuk mematangkan buah pisang itu,” ujarnya.

Sementara itu, Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Imron Ermawan mengatakan, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk kedua kalinya pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Dalam proses tersebut, penyidik mengumpulkan 18 rekaman CCTV dari sejumlah sudut, termasuk kamera di sekitar lokasi, beserta dekodernya.

“Hari ini kami melakukan olah TKP yang kedua. Setelah kemarin kejadian 18.15 WIB. Kami olah TKP pertama. Malam tidak bisa dilanjutkan. Kami mengumpulkan beberapa CCTV. Di beberapa sudut termasuk di lokasi. Termasuk dekodernya,” kata Imron di Pasar Cimanggis.

Imron juga memastikan tim penjinak bom telah melakukan sterilisasi dan tidak menemukan benda yang dikategorikan sebagai bom.

Meski demikian, penyelidikan masih berlanjut untuk memastikan penyebab ledakan.

“Sementara hasil dari rekan unit Jibom yang melakukan sterilisasi, sementara ya, tidak ditemukan barang berupa bom. Tentunya ini masih akan kami dalami dan tindak lanjuti yaa,” ujarnya.

Ledakan yang terjadi pada Rabu, 14 Oktober 2026, tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan 13 orang terluka. Sejumlah ruko dan kendaraan di sekitar lokasi juga mengalami kerusakan parah.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup