Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi, Polda Banten Ingatkan Warga Pesisir Jaga Jarak 2 Kilometer
WARTAXPRESS.com- Polda Banten mengingatkan masyarakat, terutama warga dan wisatawan yang beraktivitas di kawasan pesisir Banten, untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berstatus Level II atau Waspada.
Berdasarkan laporan Badan Geologi melalui Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau untuk periode pengamatan 5 Oktober 2026 pukul 00.00 hingga 24.00 WIB, tercatat empat kali letusan dengan amplitudo 39–55 mm dan durasi 20–798 detik.
Aktivitas kegempaan juga masih tercatat, terdiri dari dua kali gempa Low Frequency, lima kali gempa Hybrid/Fase Banyak, tiga kali gempa Vulkanik Dangkal dan satu kali gempa Vulkanik Dalam.
Tremor menerus atau microtremor terekam dengan amplitudo 0,5–10 mm dan dominan 2 mm.
Secara visual, Gunung Anak Krakatau teramati jelas hingga tertutup kabut 0–III. Namun, asap kawah maupun kolom erupsi tidak teramati.
Kondisi cuaca di sekitar gunung dilaporkan berawan dengan angin lemah yang bergerak ke arah barat dan barat laut.
Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik, tetapi mengikuti perkembangan aktivitas gunungapi melalui informasi resmi.
“Masyarakat maupun wisatawan yang beraktivitas di wilayah pesisir Banten agar memperhatikan perkembangan informasi resmi terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau dan mengikuti setiap rekomendasi dari PVMBG,” ujar Maruli dikutip dari iNews.id.
Salah satu hal yang ditekankan Polda Banten adalah batas aman di sekitar Gunung Anak Krakatau.
Berdasarkan rekomendasi PVMBG, masyarakat, pengunjung, wisatawan maupun pendaki dilarang mendekati gunung atau melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif.
Maruli juga meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau yang belum dipastikan kebenarannya.
“Pastikan sumbernya berasal dari instansi resmi sehingga informasi yang diterima masyarakat benar dan tidak menimbulkan kepanikan,” katanya.
Polda Banten bersama jajaran juga terus memantau perkembangan aktivitas dan berkoordinasi dengan instansi terkait agar informasi mengenai kondisi gunungapi dapat diterima masyarakat secara cepat dan akurat.
“Masyarakat kami harapkan tetap mengutamakan keselamatan, mematuhi batas aman yang telah ditetapkan, serta segera mengikuti arahan petugas apabila terdapat perkembangan situasi,” tutup Maruli.

Tinggalkan Balasan