Hari Terakhir Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Hilang di Selat Sunda Belum Menemui Titik Terang

F-H F-H
Rombongan jurnalis yang hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau sebelum berangkat berlayar. doc. BBC Indonesia

WARTAXPRESS.com- Pencarian delapan orang, yakni lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak setelah speedboat yang mereka tumpangi hilang di Perairan Selat Sunda memasuki hari ketujuh sekaligus hari terakhir operasi SAR pada Senin, 14 September 2026.

Tim SAR gabungan mengerahkan 18 kapal dan satu unit helikopter HR 3604 milik Basarnas untuk menyisir area pencarian seluas 6.649 nautical mile persegi.

Pencarian dibagi menjadi enam sektor laut dengan luas 4.586 nautical mile persegi serta satu sektor udara seluas 2.063 nautical mile persegi.

Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto mengatakan, pencarian hari ketujuh kembali dilakukan dengan mengerahkan seluruh alut yang telah disiapkan.

“Untuk jumlah alut yang memang kita gunakan pada hari ketujuh ini, alut laut 18 kapal, dan satu unit helikopter HR 3604 milik Basarnas,” kata Rizky dikutip dari IDN Times, Selasa 15 September 2026.

Salah satu wilayah yang mendapat pencarian lebih intensif yakni Sektor X, kawasan perairan perbatasan Banten-Lampung sisi selatan.

Area seluas 831 nautical mile persegi itu kembali disisir karena sebelumnya ditemukan sejumlah petunjuk sejak hari ketiga hingga sehari sebelum operasi hari ketujuh.

“Untuk sektor X karena memang di wilayah tersebut terdapat beberapa temuan dari mulai hari ketiga hingga kemarin, sehingga itu akan kita lakukan penyisiran ulang dan lebih fokus. Makanya kita perbanyak alut di wilayah tersebut,” ujarnya.

Penyisiran Sektor X dilakukan menggunakan KN SAR Tatunca, RIB 02 Banten, KRI Lauser, RBB Pulau Peucang, KP 2016, KP 2013, KP 1003, KP 1012, KP 1010, KP 1007, dan KP Urcehan.

Sementara itu, Sektor Z dengan luas 512 nautical mile persegi disisir KN SAR Basudewa. Sektor V seluas 1.182 nautical mile persegi menggunakan KRI Teluk Gilimanuk, sedangkan Sektor W seluas 1.167 nautical mile persegi melibatkan KRI Lepuh, KAL Anyer, dan KN SAR Antasena.

Pencarian juga dilakukan di Sektor U seluas 481 nautical mile persegi menggunakan KP Sanjaya dan Sektor Y seluas 413 nautical mile persegi dengan RIB 02 Kantor SAR Lampung.

“Untuk sektor udara, helikopter HR 3604 menyisir area seluas 2.063 nautical mile persegi,” katanya.

Selain melalui laut dan udara, tim SAR melakukan pencarian dari darat dengan menyisir pesisir Pantai Carita hingga Pantai Anyer.

Pulau-pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau juga menjadi bagian dari pencarian, termasuk Pulau Sertung, Rakata Besar, dan Pulau Panjang.

“Penyisiran darat rencana akan di pesisir perairan Pantai Carita sampai Pantai Anyer,” kata Rizky.

Berdasarkan informasi BMKG, kondisi cuaca di area pencarian berawan dengan angin 5-20 knot dari arah tenggara. Gelombang diperkirakan setinggi 0,5-2,5 meter dan bergerak menuju timur laut.

Rizky mengatakan, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Hingga pencarian hari ketujuh, belum ada tanda-tanda gunung tersebut kembali erupsi.

“Sementara berdasarkan informasi PVMBG, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga. Hingga saat ini belum terdapat tanda-tanda erupsi kembali,” katanya.

Lima jurnalis tersebut yakni, M Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis lepas.

Sementara tiga kru speedboat yakni Warta, 55, sebagai kapten, Surakman, 60, sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto, 49, sebagai pemandu wisata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup