Spanduk Tolak Safari Politik Jokowi Bermunculan di Kabupaten Tangerang

F-H F-H
Spanduk penolakan safari politik Jokowi. Doc. Instagram Banten Raya

WARTAXPRESS.com– Sejumlah spanduk berisi penolakan terhadap rencana kunjungan Joko Widodo (Jokowi) ke Banten muncul di beberapa lokasi di Kabupaten Tangerang.

Spanduk tersebut terlihat di Jalan Raya Serang, Kecamatan Cikupa, serta Jalan Raya Pemda Tigaraksa, tepat di depan gerbang masuk kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang.

Dalam spanduk itu terdapat foto Jokowi mengenakan batik yang diberi tanda larangan. Sejumlah tulisan penolakan juga dicantumkan, seperti “Banten Menolak Jokowi”, “Safari Politik Jokowi Berkedok Safari Budaya”, serta “Saatnya Rakyat Bersatu Tangkap dan Adili Jokowi”.

Pada bagian atas spanduk tercantum sejumlah nama organisasi yang disebut menolak kedatangan Jokowi ke Kabupaten Tangerang dan Banten.

Di antaranya Gerakan Merebut Kembali Kedaulatan Rakyat (GMKR) Banten, Forum Purnawirawan Prajurit (FPP) TNI, Koalisi Rakyat Banten, dan Tim Pemburu Ijazah Palsu.

Juru parkir di Jalan Raya Pemda Tigaraksa Marko Andrian mengatakan, spanduk tersebut sudah terlihat sejak beberapa hari lalu.

Namun, ia mengaku tidak mengetahui pihak yang memasang spanduk maupun bagaimana proses pemasangannya.

“Empat hari yang lalu udah ada spanduk ini. Tapi saya enggak tahu siapa yang masang, tahu-tahu pas saya markir, spanduk udah ada,” beber Marko dikutip dari Satelit News, Rabu, 26 Agustus 2026.

Sekretaris DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Tangerang Andreas Arie menilai munculnya spanduk penolakan merupakan bagian dari dinamika politik.

Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan pendapat dan pandangannya.

“Kalau dari kami sebenarnya ya ini hal yang wajar saja sih. Tidak terlalu gimana-gimana ya. Jadi biasalah dalam dinamika politik ya ada aksi-aksi seperti ini, kita menghargai kebebasan berpendapat, menghargai pendapat atau pandangan dari sekelompok masyarakat. Itu saja sih bagi kami,” ujar Andreas.

Andreas juga menanggapi narasi dalam spanduk yang menyebut kunjungan Jokowi sebagai safari politik yang berkedok safari budaya.

Kata dia, safari budaya merupakan bentuk penghargaan terhadap keberagaman budaya yang ada di setiap daerah.

Kegiatan tersebut juga dinilai menjadi bagian dari upaya mengapresiasi kebhinnekaan Indonesia.

“Jadi memang Safari Budaya ini kan salah satu bentuk penghargaan atau salah satu bentuk penghormatan kunjungan tersebut gitu ya. Jadi kita akan mengapresiasi di tiap daerah itu ada budaya-budaya yang ada sehingga kita juga mengapresiasi bahwa Indonesia itu adalah satu bentuk keberagaman lah ya, kebhinnekaan,” jelasnya.

Terkait pemasangan spanduk tersebut, Andreas mengaku tidak ingin berspekulasi mengenai pihak yang memasang maupun kemungkinan adanya kepentingan tertentu. Ia meminta seluruh kader PSI tetap tenang dan tidak terprovokasi.

Lanjut Andreas, keberadaan spanduk penolakan tidak akan memengaruhi rencana kunjungan Jokowi ke Banten.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai waktu kedatangan Jokowi karena masih mempertimbangkan sejumlah hal, termasuk agenda dari presiden ke-7 tersebut.

“Bukan karena spanduk ini gitu ya, tapi memang banyak hal yang harus dipertimbangkan dan juga jadwal Bapak yang cukup padat gitu ya,” katanya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup