BPBD Kabupaten Tangerang Sebut 25 Kecamatan Rawan Kekeringan dan Kebakaran
TANGERANG, WARTAXPRESS.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang memetakan 25 dari total 29 kecamatan di wilayahnya masuk dalam zona rawan bencana kekeringan dan kebakaran. Langkah ini diambil menyusul datangnya musim kemarau panjang yang diprediksi terkena dampak fenomena cuaca ekstrem El Nino Godzilla.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengungkapkan bahwa berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kemarau panjang ini diperkirakan berlangsung mulai Juli hingga September 2026 mendatang.
“Akibat kemarau panjang ini, ada potensi kuat terjadinya bencana kekeringan dan kebakaran di puluhan kecamatan tersebut,” ujar Taufik, Rabu (15/7/2026).
Taufik menjelaskan, berdasarkan riwayat kejadian sebelumnya, potensi kebakaran tinggi kerap melanda wilayah yang padat dengan kawasan industri, pergudangan, serta lapak limbah. Beberapa titik yang menjadi atensi utama di antaranya Kecamatan Kosambi, Teluknaga, Curug, Tigaraksa, dan Cikupa.
Kebakaran di wilayah-wilayah ini biasanya dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah di lahan kosong yang kemudian merembet ke ilalang, bangunan gedung, hingga area penampungan limbah.
“Terutama wilayah-wilayah industri, pergudangan, dan yang banyak lapak limbahnya. Itu area yang sangat rawan kebakaran saat kemarau seperti ini,” jelasnya.
Terkait ancaman kekeringan akibat El Nino Godzilla, BPBD mengimbau masyarakat dan para petani untuk meningkatkan kewaspadaan. Sejauh ini, krisis air bersih dilaporkan sudah mulai berdampak di satu wilayah.
“Yang baru terlihat mengalami kekurangan air bersih saat ini adalah Kecamatan Curug. Kami sudah bergerak mendistribusikan bantuan air bersih ke sana. Petugas dan armada kami terus bersiaga secara penuh,” tegas Taufik.
Sebagai langkah mitigasi jangka pendek dan penanganan krisis air, BPBD Kabupaten Tangerang memastikan tidak bergerak sendiri. Pihaknya telah membangun sinergi lintas sektoral bersama instansi terkait.
“Jika ada laporan kekeringan, kami langsung bantu suplai air bersih. Kami bekerja sama dengan Perumdam TKR dan Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pemakaman (Perkim) untuk memastikan pasokan air bersih bagi warga yang terdampak tetap terpenuhi,” pungkasnya. (Der)

Tinggalkan Balasan