Suara Ledakan Gegerkan Warga Muraharjo, Rumah Jumirah Hangus Tak Tersisa

Kebakaran Rumah Desa Muraharjo

BLORA – Sebuah rumah milik Jumirah, warga Dusun Brengus, Desa Muraharjo, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, ludes terbakar pada Minggu (28/6/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran diduga dipicu api dari tungku kayu yang ditinggalkan saat korban sedang memasak.

Kapolsek Kunduran, Iptu Budi Santoso, mengatakan peristiwa tersebut bermula ketika korban memasak menggunakan tungku kayu di bagian dapur rumahnya. Namun, korban kemudian meninggalkan aktivitas memasak dan keluar rumah.

“Korban sedang memasak menggunakan tungku kayu, kemudian ditinggal keluar rumah. Api diduga berasal dari dapur dan dengan cepat membesar,” ujar Budi Santoso.

Kebakaran pertama kali diketahui oleh Suwarno, warga yang berada di depan rumah korban. Ia mengaku mendengar suara ledakan dan melihat kepulan asap keluar dari rumah Jumirah.

Bersama Jovan Purwadya, Suwarno segera mendatangi lokasi dan mendapati api telah membakar bagian belakang rumah. Suwarno kemudian berupaya menyelamatkan seekor sapi yang berada di kandang, sementara Jovan meminta bantuan warga sekitar serta menghubungi Kepala Desa Muraharjo, Karsono.

Mendapat laporan tersebut, Karsono langsung meneruskan informasi ke Polsek Kunduran dan petugas pemadam kebakaran.

Petugas gabungan dari Polsek Kunduran, Koramil Kunduran, Satpol PP, serta tiga unit mobil pemadam kebakaran segera dikerahkan ke lokasi kejadian. Namun, karena api sudah terlanjur membesar, rumah berjenis blondoran yang sebagian besar berbahan kayu itu tidak dapat diselamatkan.

Selain bangunan rumah, sejumlah barang berharga milik korban ikut hangus terbakar, di antaranya lemari pakaian, meja, kursi, kasur, serta berbagai perabot rumah tangga lainnya.

Akibat kejadian tersebut, korban ditaksir mengalami kerugian material mencapai sekitar Rp50 juta.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, polisi memastikan kebakaran berasal dari tungku dapur yang masih menyala saat ditinggalkan.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat memasak dan tidak meninggalkan api tanpa pengawasan untuk mencegah terjadinya kebakaran,” tegas Budi Santoso.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup