Tanah Ambles di Tepi Kanal Banjir Barat, Satu Rumah di Benhil Ambruk

WARTAXPRESS.com – Sebuah rumah warga di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat, ambruk akibat pergeseran tanah di bantaran Kanal Banjir Barat pada Jumat pagi sekitar pukul 05.30 WIB.

Peristiwa tersebut sempat menggegerkan warga sekitar karena terjadi saat aktivitas lingkungan masih relatif sepi. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu lantaran penghuni rumah telah mengungsi lebih dahulu setelah melihat tanda-tanda kerusakan pada bangunan sejak beberapa hari sebelumnya.

Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga yang melihat bangunan tiba-tiba runtuh.

“Anggota mendapat laporan dari warga bahwa ada rumah yang ambruk akibat pergeseran tanah di bantaran kali,” kata Dhimas saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Berdasarkan hasil pengecekan awal di lokasi, keretakan pada bangunan sebenarnya telah muncul sejak sekitar sepekan lalu. Retakan yang awalnya terlihat pada dinding dan lantai rumah terus melebar seiring waktu hingga struktur bangunan tidak lagi mampu menahan tekanan tanah di bawahnya.

Petugas di lokasi menjelaskan bahwa kondisi tanah di sekitar bantaran kanal terus mengalami pergeseran yang berdampak langsung terhadap fondasi bangunan.

“Retakan di bagian tembok dan lantai terus melebar dari hari ke hari. Hingga akhirnya pada pagi tadi bangunan tidak dapat bertahan dan ambruk,” ujar petugas.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebut abrasi di area bantaran Kanal Banjir Barat menjadi faktor utama yang menyebabkan tanah kehilangan stabilitas. Selain merobohkan rumah warga, peristiwa tersebut juga berdampak pada area kecil yang selama ini digunakan sebagai lokasi pembuangan sampah.

Petugas gabungan dari BPBD, kepolisian, dan unsur terkait langsung melakukan penanganan serta pengamanan di sekitar lokasi guna mengantisipasi risiko pergerakan tanah lanjutan.

Kejadian ini kembali menjadi pengingat penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap kawasan bantaran sungai dan kanal, terutama di wilayah padat penduduk yang rentan mengalami abrasi maupun pergeseran tanah.

Hingga Jumat siang, proses pendataan kerugian dan pemeriksaan kondisi tanah di sekitar lokasi masih terus dilakukan oleh petugas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup