Petugas Damkar Ciledug Evakuasi Seekor Ular Terjebak Di Plafon Rumah 

Seekor ular pucuk berhasil di evakuasi Petugas Damkar Ciledug dari plafon rumah setelah sebelumnya meresahkan warga

TANGERANGKOTA, WARTAXPRESS.com Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar) Ciledug berhasil mengevakuasi seekor ular dari atap rumah warga Perumahan Barata, Jalan Karya 4, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, Rabu (10/06/26).

Saat petugas tiba di lokasi, kondisi ular tersebut dalam keadaan terjepit di celah plafon yang terbuat dari kayu. Hal ini membuat reptil tersebut terjebak dan kesulitan untuk bergerak.

Komandan Regu 3 UPT Damkar Ciledug, Syuhada, menuturkan evakuasi bermula dari laporan pemilik rumah yang panik setelah mendapati adanya ular di area kediamannya.

“Pemilik rumah panik lihat ada ular dan lapor ke pos. Kami berhasil mengevakuasi ular jenis pucuk. Berbisa rendah, namun petugas tetap cukup hati-hati saat proses evakuasi,” ujar Syuhada.

Untuk menangani laporan tersebut, UPT Damkar Ciledug menerjunkan lima personel ke lokasi kejadian. Menggunakan alat bantu penjepit hewan liar (snake tong), petugas bergerak cepat membebaskan ular yang terjepit. Proses evakuasi pun berlangsung dramatis namun singkat, yakni kurang dari 10 menit.

Dugaan sementara, ular tersebut berasal dari area perkebunan kosong yang dipenuhi pepohonan lebat di belakang rumah warga. Ular itu diduga keluar untuk mencari makan dan berpindah tempat, namun justru tersangkut di atap.

“Ular dari kebun kosong belakang rumah, kemungkinan mau cari makan dengan berpindah tempat namun tersangkut di celah plafon,” sambung Syuhada.

Sementara itu, pemilik rumah yang bernama Hamzah, mengaku pertama kali melihat keberadaan ular tersebut pada siang hari. Sadar akan potensi bahaya, ia langsung berinisatif menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk meminta bantuan evakuasi.

“Terima kasih respon cepat tanggap dari petugas Damkar Kota Tangerang, karena ular yang membuat saya dan keluarga khawatir dapat dievakuasi,” ucap Hamzah.

Sebagai informasi, ular pucuk (Ahaetulla prasina) merupakan jenis ular yang habitat aslinya berada di pepohonan. Meskipun termasuk ular berbisa, efek bisanya tergolong berbahaya ringan bagi manusia dan tidak mematikan. Jika digigit, umumnya hanya akan menimbulkan pembengkakan lokal.

Di alam liar, ular pucuk biasanya menggunakan bisa tersebut hanya untuk melumpuhkan mangsa yang berukuran lebih kecil, seperti katak, kadal, dan cicak. Ditengarai musim kemarau atau perubahan habitat membuat hewan melata ini mulai mendekati pemukiman warga untuk mencari sumber makanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup