WartaXpress

Update Berita Tanpa Ketinggalan

Era Gratis Ongkir Mulai Tamat, Biaya Belanja Online Diam-diam Naik

Redaksi Redaksi WartaXpress
Young man Delivering Package to customer at home. Delivery

WARTAXPRESS.com- Belanja online yang selama ini identik dengan promo gratis ongkir perlahan mulai berubah. Sejak Mei 2026, sejumlah marketplace besar mulai membebankan biaya logistik tambahan kepada penjual.

Dampaknya, harga barang di e-commerce berpotensi ikut naik dan konsumen diperkirakan tak lagi bisa menikmati ongkir murah seperti beberapa tahun terakhir.

Pemilik toko baju anak di Tokopedia, Dewi, mengaku terkejut setelah platform mulai menerapkan biaya layanan logistik baru.

Menurutnya, penjual harus kembali menghitung ulang struktur biaya usaha agar tetap bisa bertahan.

“Kalau boleh jujur cukup terkejut dan perlu melakukan kalkulasi ulang dengan cepat. Setiap kenaikan biaya operasional, sekecil apa pun, tentu berdampak pada margin keuntungan,” kata Dewi dikutip dari tirto.id, Kamis 14 Mei 2026.

Ia memperkirakan tambahan biaya sekitar Rp500 hingga Rp1.000 per transaksi bisa menjadi beban besar bila dikalikan jumlah pesanan harian.

Dalam sebulan, tambahan biaya tersebut dapat mencapai ratusan ribu rupiah.

Akibat kondisi itu, Dewi mulai mempertimbangkan memindahkan sebagian penjualannya ke media sosial maupun website mandiri agar tidak terlalu bergantung pada marketplace.

Ekonom Center of Reform on Economics Indonesia (CORE) Yusuf Rendy Manilet menilai perubahan ini menandai pergeseran strategi industri e-commerce dari fase bakar uang menuju fase mencari keuntungan.

Menurutnya, ongkos kirim murah selama ini sebenarnya bukan biaya yang hilang, melainkan disubsidi platform demi mengejar pertumbuhan pengguna dan transaksi.

“Yang terjadi sekarang sebenarnya adalah transisi dari fase ekspansi menuju fase monetisasi,” ujar Yusuf.

Ia menjelaskan, biaya logistik pada akhirnya tetap harus ditanggung salah satu pihak, baik platform, penjual, maupun pembeli.

Ketika beban mulai dialihkan ke penjual, maka harga barang berpotensi ikut naik di tingkat konsumen.

“Ongkos logistik itu biaya riil yang pasti muncul di suatu titik rantai transaksi. Jadi pada akhirnya tetap ada pihak yang harus menanggung,” jelasnya.

Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menilai konsumen Indonesia masih sangat sensitif terhadap harga.

Karena itu, kenaikan biaya logistik maupun biaya layanan diperkirakan bakal memengaruhi permintaan pasar.

“Maka ketika ada kenaikan harga dari platform, baik biaya administrasi ataupun biaya logistik, maka akan terjadi penurunan permintaan,” kata Huda.

Ia juga menyoroti pola kenaikan biaya yang dilakukan sejumlah platform hampir bersamaan sehingga dinilai perlu menjadi perhatian regulator.

“Saya tidak mengatakan pasti ada kartel, tetapi pola perilaku paralel seperti ini memang seharusnya menjadi perhatian otoritas persaingan usaha,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Budi Primawan menyebut penyesuaian biaya layanan merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan bisnis platform digital.

“Penting dipahami bahwa platform e-commerce berperan sebagai enabler yang terus berinvestasi dalam teknologi, logistik, pembayaran, serta perlindungan konsumen,” kata Budi.

Di sisi lain, pemerintah juga mulai menyoroti perubahan ekosistem e-commerce tersebut.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023 tengah disiapkan untuk memperkuat perlindungan terhadap penjual lokal sekaligus memperbaiki sistem perdagangan digital.

“Bagaimana hak-hak yang didapatkan oleh seller atau produk lokal ini semakin diutamakan di dalam promosi atau penjualan melalui e-commerce,” ujar Budi.

Dalam kebijakan terbaru, Shopee mulai menyesuaikan biaya layanan Gratis Ongkir XTRA untuk berbagai kategori produk.

Tambahan biaya logistik berkisar Rp40 ribu hingga Rp60 ribu tergantung jenis barang.

Sementara Tokopedia sejak 1 Mei 2026 mulai menerapkan biaya layanan logistik yang besarannya disesuaikan dengan berat paket dan rute pengiriman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup