Hadapi Musim Penghujan, BPBD Tangsel Siapkan Mitigasi dan Kesiagaan

Sekretaris Badan (Sekban) BPBD Kota Tangerang Selatan Essa Nugraha Sudjana

Wartaxpress.com, Tangsel – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan mengungkapkan sejumlah tantangan utama selama musim penghujan. Berdasarkan peta kerawanan dan analisis cuaca, tantangan terbesar yang dihadapi berpusat pada potensi bencana hidrometeorologi serta perlunya penguatan kesiapsiagaan.

Sekretaris Badan (Sekban) BPBD Kota Tangerang Selatan Essa Nugraha Sudjana mengatakan bahwa, untuk di Kota Tangerang Selatan terkait beberapa mitigasi bencana telah dipersiapkan jauh-jauh hari. Mengingat kondisi dan letak geografis di Kota Tangsel yang kerap dilanda banjir baik akibat hujan dengan intensitas tinggi. Mitigasi bencana ini dipersiapkan dengan tetap mempedomani data-data lokasi yang ada sebelumnya.

“Kami tetap seperti tahun lalu, data-data yang sudah ada masih kami pedomani sambil setiap saat memonitor lokasi-lokasi yang rawan banjir,” kata Essa, Kamis (22/10/2026).

Baca juga : Hari Ketiga Kebakaran Gudang Momoyo di Jatiuwung Belum Padam Total

Essa menambahkan, mitigasi tidak hanya mengandalkan penanganan fisik. Peningkatan kapasitas masyarakat juga diperlukan. Tujuannya agar warga memahami potensi ancaman dan langkah yang harus dilakukan ketika bencana terjadi.

BPBD Kota Tangsel, kata Essa, selalu melaksanakan sejumlah kegiatan peningkatan kapasitas. Di antaranya melalui Forum Komunitas Siaga dan Kelurahan Tangguh Bencana untuk
Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) ditingkat titik bencana.

“Kami juga ada kegiatan bersama komunitas Siaga dan Kelurahan Tangguh Bencana untuk Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) ditingkat titik bencana. Kegiatan itu merupakan edukasi bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca juga : Hampir 24 Jam Dilalap Api, 9 Gudang di Tangerang Masih Terbakar, Dua Petugas Damkar Sesak Napas

Essa juga menegaskan pentingnya koordinasi dengan BMKG untuk mengantisipasi berbagai ancaman bencana akibat perubahan kondisi cuaca dan iklim.

“Koordinasi dengan BMKG sangat penting untuk memastikan setiap langkah penanggulangan bencana didukung oleh informasi cuaca dan iklim yang akurat. Kita perlu mengantisipasi perubahan musim sejak dini, baik terhadap potensi kekeringan dan karhutla maupun ancaman banjir, tanah longsor, serta cuaca ekstrem saat memasuki musim hujan,” tegasnya.

Baca juga : PT Arfa Putra Soegama Diminta Beri Kompensasi Warga Serpong Lagooan, Pilar : Tak Ada Tindakan Tempuh Jalur Hukum

Essa mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai ancaman bencana seperti banjir, longsor, dan gelombang ekstrem.

“Melalui peringatan dini dari BMKG, kami terus berupaya meminimalkan risiko bencana dengan memastikan masyarakat siap menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang muncul akibat cuaca ekstrem,” imbaunya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup