Penutupan Kegiatan Maulid Nusantara, Sachrudin : Peringatan Maulid Nabi Momentum Meneladani Akhlak Rasullullah

Dedi Nurhaedi Hendra

TANGERANG, WARTAXPRESS.COM — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, nilai-nilai kepedulian, kebaikan, kebersamaan, sikap rendah hati, serta saling menghargai yang diajarkan Rasulullah penting diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Tangerang Sachrudin, saat menghadiri penutupan rangkaian kegiatan Maulid Nusantara yang berlangsung sejak 21 Agustus 2026. Rangkaian kegiatan ditutup melalui gelaran Muludan Tiga Masjid di Masjid Agung Al-Ittihad, Kota Tangerang, Selasa 25 Agustus 2026.

“Peringatan Maulid ini bukan hanya soal memperingati hari lahirnya Baginda Rasulullah SAW saja. Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa meneladani akhlak Rasulullah yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.” ujar Sachrudin.

Menurut Sachrudin, Rasulullah merupakan sosok pemimpin yang memiliki ketegasan sekaligus kelembutan hati. Keteladanan itu perlu diwujudkan dalam kehidupan di kalangan masyarakat.

“Beliau seorang pemimpin yang tegas, tapi menunjukkan kelembutan-Nya. Beliau kuat, tapi menunjukkan kerendahan hati-Nya. Mengajarkan kita untuk terus berbuat baik, meningkatkan kepedulian sosial kita, membangun kebersamaan, saling menghargai. Ini yang paling penting,” katanya.

Melalui kegiatan Muludan Tiga Masjid memiliki nilai sejarah dan budaya yang kuat bagi masyarakat Tangerang. Kegiatan tersebut mempertemukan tradisi dari Masjid Jami Kalipasir, Masjid Raya Al-A’zhom, dan Masjid Agung Al-Ittihad.

Selain itu, rangkaian kegiatan tersebut, di isi dengan kirab gunungan atau tumpeng yang dilakukan dari dua arah, yakni Masjid Jami Kalipasir dan Masjid Raya Al-A’zhom, kemudian bertemu di Masjid Agung Al-Ittihad.

“Krab ini bukan sekadar bagian dari perayaan Maulid, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan masyarakat” ungkap Sachrudin.

Sachrudin menambahkan, tradisi Muludan antara Masjid Jami Kalipasir dan Masjid Agung Al-Ittihad telah berlangsung selama puluhan tahun. Kehadiran Masjid Raya Al-A’zhom kemudian memperluas semangat kebersamaan tersebut melalui konsep Muludan Tiga Masjid.

Sementara itu, Ketua Panitia Muludan Al-Ittihad Maulid Tiga Masjid, Farhan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk kegembiraan masyarakat dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Ia menyebut penyelenggaraan Muludan Al-Ittihad tahun ini merupakan yang keempat. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari penutupan rangkaian Festival Maulid Nusantara ke-7 yang diselenggarakan Dispora bersama Sahabat Ansor.

“Ini sebagai bentuk kegembiraan kita dalam rangka merayakan kelahiran Baginda Nabi Besar Rasulullah Muhammad SAW. Yang alhamdulillah pada tahun ini, kita penyelenggaraan yang kali keempat ya kalau untuk Muludan Al-Ittihad ini,” ujar Farhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup