TANGERANG, WARTAXPRESS.com — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menegaskan pentingnya pengamanan wilayah pesisir dari ancaman abrasi melalui penanaman mangrove saat meninjau kawasan Taman Mangrove Mauk di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.

Menurut AHY, upaya rehabilitasi dan penanaman mangrove menjadi langkah strategis bagi Indonesia sebagai negara kepulauan yang menghadapi tantangan besar akibat perubahan iklim dan pemanasan global.

“Pendekatan penanaman mangrove ini sangat penting sebagai bentuk proteksi wilayah pesisir dari abrasi,” ujar Agus Yudhoyono, Kamis l, 16 April 2026.

Selain fungsi ekologis, kawasan mangrove tersebut juga didorong menjadi destinasi wisata berbasis lingkungan.

Pengembangan fasilitas seperti jalur jogging dinilai dapat meningkatkan aktivitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui konsep sport tourism dan ekowisata.

Proyek pengembangan kawasan ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat melalui APBN, Kementerian Pekerjaan Umum, serta pemerintah daerah melalui APBD Kabupaten Tangerang.

Sejumlah fasilitas pendukung telah dibangun, mulai dari infrastruktur jalan lingkungan hingga tempat pengolahan sampah terpadu (TPST).

AHY juga menyinggung program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang bertujuan mentransformasi kawasan kumuh menjadi lingkungan yang lebih layak huni dengan konsep aman, sehat, rapi, dan indah. Program ini menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Ke depan, pemerintah akan terus memperkuat infrastruktur pesisir, termasuk pembangunan breakwater, tanggul penahan abrasi, serta normalisasi sungai guna mencegah banjir rob dan limpasan air ke permukiman warga.

“Transformasi kawasan ini harus mampu meningkatkan produktivitas wilayah dan kesejahteraan masyarakat, termasuk membuka lapangan kerja baru,” kata AHY.

Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan kawasan secara profesional oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar keberlanjutan dan kualitas lingkungan tetap terjaga.

“Kalau sudah baik, tantangan berikutnya adalah bagaimana kita merawatnya agar tetap bersih, nyaman, dan terus menjadi destinasi wisata unggulan,” tutupnya.