Wall Street Anjlok: Tarif Baru Trump dan Data Ketenagakerjaan Melemahkan Sentimen Pasar
WARTAXPRESS.com – Bursa saham Amerika Serikat kembali ditutup melemah tajam pada perdagangan Jumat, 1 Agustus 2025 waktu setempat.
Ketiga indeks utama Wall Street mengalami penurunan signifikan, dipicu oleh pengumuman tarif impor baru dari Presiden Donald Trump dan rilis data ketenagakerjaan yang mengecewakan.
Indeks Dow Jones Industrial Average terpangkas 542,40 poin atau 1,23% ke level 43.588,58. S&P 500 turun 1,60% atau 101,38 poin ke posisi 6.238,01 merupakan penurunan harian terbesar sejak 21 Mei 2025.
Sementara itu, Nasdaq Composite jatuh paling dalam, yaitu 472,32 poin atau 2,24% menjadi 20.650,13, mencatat penurunan harian terbesar sejak 21 April 2025.
Sepanjang pekan lalu, ketiga indeks juga kompak melemah. Dow Jones melemah 2,92%, S&P 500 turun 2,36%, dan Nasdaq kehilangan 2,17%.
Kejatuhan pasar dipicu oleh keputusan Presiden Trump yang, hanya beberapa jam sebelum batas waktu penerapan, menandatangani perintah eksekutif untuk mengenakan bea masuk terhadap berbagai negara mitra dagang seperti Kanada, Brasil, India, dan Taiwan.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi negosiasi perdagangan AS yang lebih agresif.
Di sisi lain, laporan ketenagakerjaan terbaru dari pemerintah AS memperlihatkan bahwa pertumbuhan lapangan kerja pada Juli lebih lambat dari perkiraan, sementara data bulan sebelumnya juga direvisi turun drastis.
Hal ini memunculkan kekhawatiran bahwa kekuatan pasar tenaga kerja AS mulai melemah.
Sentimen investor semakin tertekan karena data tersebut meningkatkan kemungkinan Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada pertemuan berikutnya, September 2025.
“Setahun yang lalu, The Fed tertinggal karena menunda penurunan suku bunga di bulan Juli, dan akhirnya harus mengejar di pertemuan selanjutnya. Mereka tampaknya menghadapi situasi yang sama tahun ini,” kata Brian Jacobsen, Kepala Ekonom di Annex Wealth Management, Menomonee Falls, seperti dikutip oleh Reuters.


Tinggalkan Balasan